PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA PENINGKATAN HASIL
BELAJAR MENGHITUNG VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI PENDEKATAN BELAJAR TUNTAS (MASTERY LEARNING) BAGI SISWA KELAS 5 SD
NEGERI 1 SIMO
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
DISUSUN
OLEH :
SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP : 19751002 200801 1
007
DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KOORDINATOR
PAUD DIKDAS DAN LS KECAMATAN SIMO
TAHUN
2022
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN
Yang
bertanda tangan di bawah ini :
Nama
Lengkap : SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP :
19751002
200801 1 007
Pangkat / Golongan :
Penata Muda TK I / III b
Tempat/Tanggal
Lahir :
Boyolali, 2 Oktober 1975
Unit Kerja : SD Negeri 1 Simo Koordinator PAUD
Dikdas dan LS Kecamatan
Simo
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang
berjudul “Upaya Peningkatan
Hasil Belajar Menghitung Volume Kubus Dan Balok Melalui Pendekatan Belajar
Tuntas (Mastery Learning) Bagi Siswa Kelas 5 Sd Negeri 1 Simo Tahun Pelajaran
2021/2022” Benar – benar karya sendiri dan tidak mengandung unsur
plagiat di dalamnya.
Demikian Surat pernyataan ini di buat untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..
Simo, 24 Juni 2022
Yang menyatakan,
SLAMET WIDODO,S.Pd
NIP. 19751002 200801 1 007
HALAMAN PENGESAHAN
Karya ilmiah yang berjudul “UPAYA PENINGKATAN HASIL
BELAJAR MENGHITUNG VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI PENDEKATAN BELAJAR TUNTAS
(MASTERY LEARNING) BAGI SISWA KELAS 5 SD NEGERI 1 SIMO TAHUN PELAJARAN
2021/2022” ini
telah disahkan oleh Kepala Sekolah SD
Negeri 1 Simo Koordinator PAUD Dikdas dan LS Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali
Pada hari Selasa ,7 Juni 2022
Bertempat di Sekolah Dasar Negeri 1 Simo
Kecamatan
Simo Kabupaten Boyolali
|
Mengesahkan
Kepala SD Negeri 1 Simo
|
Penulis
|
|
PARJO,S.Pd.M.Pd
NIP. 19610804
198304 2 007
|
SLAMET WIDODO,S.Pd
NIP. 19751002 200801 1 007
|
BIODATA PENULIS
Nama :
SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP :
19751002
200801 1 007
Pangkat / Golongan :
Penata Muda TK I / IIIb
Tempat/ Tgl Lahir :
Boyolali, 2 Oktober 1975
Unit Kerja :
SD Negeri 1 Simo,
Koordinator PAUD
Dikdas dan LS Kecamatan Simo
Alamat Rumah :
Joho Rt 07 / 02 Kedunglengkong, Simo Boyolali
No. HP :
0812
2745 5566
Email :
slametwidodospd7@gmail.com
ABSTRAK
Slamet Widodo, 2022 : UPAYA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGHITUNG
VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI PENDEKATAN BELAJAR TUNTAS (MASTERY LEARNING) BAGI SISWA KELAS 5 SD NEGERI 1 SIMO TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Rendahnya
hasil belajar siswa dikarenakan guru dalam memberikan materi matematika kurang
menarik perhatian siswa dan guru terlalu cepat dalam menerangkan materi
pelajaran. Di samping itu penggunaan metode mengajar yang kurang tepat.
Sehingga siswa dalam memahami dan menguasai materi masih kurang, hal tersebut
berakibat nilai yang diperoleh siswa cenderung rendah.
Penelitian
ini permasalahan yang dirumuskan adalah berdasarkan masalah yang muncul dari
latar belakang yaitu Apakah metode belajar
tuntas yang diterapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran matematika materi menghitung
volume kubus dan balok di SD Negeri 1 Simo Kec. Simo Kab. Boyolali. Apakah metode belajar tuntas ( Mastery Learning ) dapat
meningkatkan hasil belajar
matematika materi menghitung volume
kubus dan balok di SD Negeri 1 Simo Kec. Simo
Kab. Boyolali.
.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Pola Umum Prosedur
pada setiap tindakan adalah : (1) perencanaan (2) pelaksanaan, (3) observasi
(4) refleksi Hasil. Pada penelitian tindakan kelas ini analisis data dilakukan
secara deskriptif kualitatif, yaitu perbandingan hasil sebelum penelitian,
siklus I dan Siklus II.
Berdasarkan pembelajaran
secara keseluruhan sampai berakhirnya tindakan kelas siklus II. Perilaku siswa
ada perubahan yang positif, yaitu hasil
siswa dalam keaktifan belajar meningkat
sekitar 32 siswa (94,11%). Hasil siswa dalam pemahaman materi meningkat sebesar
31 siswa (91,18%) dan hasil kemandirian belajar juga meningkat sebesar 30 siswa
(88,24%). Perubahan perilaku siswa ini secara keseluruhan disajikan pada
evaluasi yang kedua sebagai wujud dari profil kelas setelah dilakukan tindakan.
.
Kata
kunci : Matematika,Prestasi Belajar
dan Belajar Tuntas
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan
hidayah-Nya Laporan Laporan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) yang berjudul ”
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Menghitung Volume Kubus Dan Balok Melalui
Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery
Learning) Bagi Siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Simo Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat
diselesaikan.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini tidak akan
berhasil tanpa bantuan dan bimbingan
dari berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan laporan ini.
Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang setulus-tulusnya kepada semua pihak, khususnya kepada:
1. Bapak Parjo,S.Pd.M.Pd selaku Kepala SD
Negeri 1 Simo Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali yang telah memberikan ijin
untuk melakukan penelitian ini.
2. Seluruh guru dan karyawan SD Negeri 1
Simo Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali yang telah memberikan segala bantuan
demi selesainya penelitian dilaksanakan.
3.
Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga
Laporan Penelitian ini dapat berjalan dengan lancar.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan. Semoga penulisan laporan ini
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi semua pembaca pada umumnya.
Simo,
2022
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ……………………………………………….....
i
SURAT
PERNYATAAN KEASLIAN ……………………………….
ii
HALAMAN
PENGESAHAN ………….………………………….....
iii
BIODATA
PENULIS……………………………………………….....
iv
HALAMAN
ABSTRAK.…………………………………………......
v
KATA
PENGANTAR ……………………………………………......
vi
DAFTAR
ISI ……………………………………………………….....
vii
BAB
I . PENDAHULUAN
……………………………………….... 1
A.
Latar Belakang…………………………………………........ 1
B.
Perumusan Masalah……………………………………….. 3
C.
Tujuan Penelitian………….....…………………………….. 3
D.
Manfaat Penelitian………....................…………………….. 4
BAB
II. KAJIAN PUSTAKA……..................................................….. 5
A. Kajian Pustaka
…………………………………………….... 5
1.
Hakekat Pembelajaran Matematika..…..………………... 5
2.
Teori Belajar Matematika..…………................……….... 7
3.
Pengertian Konsep Belajar Tuntas....……………………. 8
4.
Pengertian Hasil Belajar ....…………………..............…. 9
B. Kerangka
Berfikir……………………………………............ 11
C. Hipotesis Tindakan
………………………......................…...
12
BAB III. METODELOGI
PENELITIAN..……………………............. 13
A. Subjek , tempat dan waktu Penelitian
………………...….. 13
B.
Desain Prosedur Perbaikan
Pembelajaran.………..........…. 14
C. Teknis
Analisis Data …………………………………....... 20
BAB IV. HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN ……………. 21
A.
Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran …..….. 21
1.
Deskripsi Kondisi Awal……………………………….… 21
2.
Deskripsi Siklus I……………………………………..…
26
3.
Deskripsi siklus II………………………………………..
28
B.
Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran......... 31
1.
Hasil Penelitian Siklus I………………………………..… 31
2.
Hasil Penelitian siklus II……………..…………………..
34
C.
Pembahasan........................................................................... 37
BAB V.
KESIMPULAN, DAN SARAN TINDAK LANJUT………. 39
A.
Kesimpulan
…………………………………........…..... 39
B.
Saran....................…………………………........……..... 40
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………........………......
41
LAMPIRAN
…………………………………........……...............……. 43
Lampiran
I : RPP Perbaikan pembelajaran Siklus
I ………. 43 Lampiran II : RPP Perbaikan pembelajaran Siklus II ……… 65
Lampiran
III : Foto Kegiatan ..................................................
66
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
1.
Identifikasi
Masalah
SD Negeri 1 Simo adalah sekolah yang terletak di
wilayah kabupaten Boyolali bagian
utara. SD Negeri 1 Simo merupakan salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum
2013 secara menyeluruh dari kelas satu sampai dengan kelas VI. Sekolah yang
masuk kategori sekolah berstandar nasional serta sekolah yang menyandang
predikat sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional menuntut guru serta siswanya mampu
meraih prestasi yang gemilang. Tidak lepas dari segala upaya telah diupayakan
untuk meraih prestasi yang lebih baik. Baik ditingkat akademis maupun non
akademis. Misalnya pada even lomba OSN yang salah satunya adalah muatan
pelajaran matematika. Pada kegiatan ini belum menampakkan hasil yang baik.
Terbukti hasil belajar matematika kelas V secara umum baik pada waktu ulangan
harian atau ulangan semester masih
rendah. Rendahnya hasil belajar matematika ini dikarenakan dalam PBM guru masih
mendominasi kegiatan, artinya guru yang lebih aktif sedangkan siswa pasif hanya
duduk mendengarkan saja.
Kemampuan guru
dalam menentukan metode dan alat yang digunakan dalam pengajaran, juga belum ditentukan oleh minat belajar
siswa. Rendahnya hasil belajar siswa
dikarenakan guru dalam memberikan
materi matematika kurang jelas dan kurang menarik perhatian siswa dan pada
umumnya guru terlalu cepat dalam menjelaskankan materi pelajaran. Di samping itu penggunaan metode
pengajaran yang belum tepat.
Sehingga siswa dalam memahami dan menguasai materi masih kurang dan nilai yang
diperoleh siswa cenderung rendah. Berdasarkan observasi di kelas kelemahan
belajar matematika di kelas V SD Negeri 1 Simo
adalah (1) siswa tidak mampu menguasai hubungan antarkonsep, (2) siswa kurang memperhatikan materi yang
diberikan guru, (3) siswa kurang dalam mengerjakan latihan-latihan soal, (4)
siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti.
Dilihat dari hasil
ulangan matematika sebelum penelitan rata-rata kelas baru 60,59 atau 73,53% ( belum tuntas ). Pada hal KKM yang ditentukan sebesar 75 siswa
tuntas. Belum lagi dilihat dari siswa yang belum mencapai KKM yaitu 25 siswa
dari 34 siswa. Yang belum tuntas adalah 73,53 % sedangkan yang sudah tuntas KKM
sejumlah 9 siswa atau 26,47%. Berdasarkan hasil belajar siswa tersebut bisa
dikatakan masih jauh dari harapan yaitu masih rendah dan perlu ditingkatkan. Masalah-masalah
di atas merupakan belum digunakannya
pendekatan pembelajaran yang tepat,
belum lagi masalah-masalah dari siswa itu sendiri. Terutama pada pelajaran
matematika , mengingat pelajaran
matematika merupakan mata pelajaran yang terkenal sulit dan memerlukan logika
berpikir yang tinggi, selain itu juga dikhawatirkan aktivitas belajar
matematika terganggu, jika suasana pembelajaran matematika tidak menyenangkan.
Untuk dapat
meningkatkan hasil belajar siswa terutama matematika, guru harus merubah proses
serta bisa memanfaatkan media pembelajaran dengan tepat. Salah satu cara
untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SD dalam pembelajaran matematika adalah melalui pendekatan
belajar tuntas (mastery learning).
Untuk dapat melakanakan pembelajaran matematika dengan pendekatan belajar
tuntas maka diperlukan adanya kerja sama antara guru dengan siswa dan sekolah terkait. yaitu
melalui penelitian tindakan kelas (PTK).
Jika dikaji
kembali dari hasil belajar siswa yang rendah tadi yaitu rata- rata kelas 60,59
atau 26,47 % ( siswa Tuntas ) diharapkan setelah penelitian ini ada peningkatan minimal ketuntasan belajar secara klasikal
adalah 75% ( tuntas ) dan diharapkan bisa lebih. Dengan demikian proses
pembelajaran matematika di sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan melalui
pendekatan belajar tuntas, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
matematika siswa.
2.
Analisis Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dapat
diidentifikasi masalah-masalah yang terjadi sebagai berikut :
1.
Pelajaran matematika dianggap pelajaran yang sulit sehingga berakibat
rendahnya prestasi belajar siswa.
2.
Karena kurang memahami konsep materi
pelajaran, siswa kesulitan untuk menyelesaiakan soal-soal matematika.
3.
Metode dan pendekatan yang digunakan yang digunakan oleh guru di dalam menyampaikan materi ajar kurang tepat.
4.
Alternatif
dan prioritas pemecahan masalah
Ada
banyak metode dan pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar
matematika khususnya materi menghitung volume kubus dan balok. Salah satu alternatif dari beberapa
metode dan pendekatan yang dapat digunakan
untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah pendekatan belajar tuntas (
Mastery Learning ) .
B.
Perumusan Masalah
Adapun permasalahan yang muncul berdasarkan latar
belakang dan masalah yang telah dikemukakan tersebut sebagai berikut :
1.
Apakah metode
belajar tuntas yang diterapkan dapat
meningkatkan kualitas proses pembelajaran matematika materi menghitung volume kubus dan balok di SD Negeri 1 Simo Kec.
Simo Kab. Boyolali ?
2.
Apakah
metode belajar tuntas ( Mastery Learning ) dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi menghitung volume kubus dan balok di SD
Negeri 1 Simo Kec. Simo Kab. Boyolali ?
C.
Tujuan Penelitian
Setelah memperhatikan
masalah-masalah yang muncul
dalam pembelajaran diperlukan usaha-usaha agar terdapat peningkatan kualitas proses dan hasil belajar
siswa. Tujuan penelitian ini adalah :
1.
Untuk mengetahui
peningkatkan kualitas proses pembelajaran matematika materi menghitung volume kubus dan balok melalui metode belajar
tuntas ( mastery learning) di SD Negeri 1 Simo Kec. Simo Kab. Boyolali .
2.
Untuk mengetahui peningkatkan prestasi belajar matematika materi
menghitung volume kubus dan balok melalui metode belajar tuntas ( mastery
learning) di SD Negeri 1 Simo Kec. Simo
Kab. Boyolali .
D. Manfaat Perbaikan
Sebagai penelitian Tindakan Kelas,
penelitian ini memberikan manfaat konseptual utamanya pada pembelajaran, diantaranya adalah :
1.
ManfaatTeoritis
Secara umum hasil penelitian diharapkan secara
teoritis dapat meningkatkan prestasil
belajar siswa materi menghitung volume kubus dan balok, melalui pendekatan
belajar tuntas pada pelajaran matematika.
Mengingat pentingnya pendekatan belajar tuntas dalam
pembelajaran matematika dan peranannya cukup besar bagi siswa dalam hal
meningkatkan hasil belajar matematika, oleh karenanya wajar jika guru mempunyai
keyakinan untuk menerapkannya pada pembelajaran matematika.
Secara khusus, penelitian ini memberikan kontribusi
pada strategi pembelajaran matematika berupa pergeseran dari pembelajaran yang
hanya mementingkan hasil pembelajarannya saja tetapi juga mementingkan
prosesnya karena dalam pembelajaran disarankan untuk menggunakan paradigma
belajar yang menunjukkan kepada proses untuk meningkatkan hasil.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi
siswa.
Proses pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam
bidang matematika khususnya materi
menghitung volume kubus dan balok.
b.
Bagi
guru.
Belajar tuntas dapat digunakan
untuk menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
c.
Bagi
sekolah.
Metode belajar tunatas (
Mastery learning ) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian
Pustaka
1. Hakekat Pembelajaran Matematika
Dalam kehidupan sehari-hari secara langsung memerlukan keterampilan
berkaitan dengan menghitung, misalnya saat kita berbelanja. Keterampilan
berkaitan dengan menghitung berupa pengembalian uang belanja,
menginterpretasikan ukuran-ukuran dalam resep makanan, dan menghitung harga
barang yang dibeli. Untuk itu manusia perlu memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang berkaitan dengan penalaran dan hitung menghitung melalui
pelajaran di sekolah. Lampiran I Permendiknas No. 22 Tahun 2006 (2009: 9),
menyatakan bahwa mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta
didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan
berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan
bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki
kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan
hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Lebih lanjut
dijelaskan pula pemberian pendidikan matematika dapat digunakan untuk sarana
dalam pemecahan masalah dan mengomunikasikan ide atau gagasan dengan
menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
Menurut Hilgrad dan Bower, 1966 dalam (Jogiyanto,2006:12)
pembelajaran dapat didefinisikan suatu proses dimana suatu kegiatan berasal
atau berubah lewat reaksi dari suatu yang dihadapi dengan keadaan bahwa
karakteristik-karakteristik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat
dijelaskan dengan dasar kecenderungan- kecenderungan reaksi asli, kematangan
atau perubahan-perubahan sementara dari organisme. Pembelajaran juga merupakan
suatu kegiatan seni untuk mendorong orang untuk melakukan sesuatu.
Menurut Martinis Yamin (2005:3) mengajar berarti
partisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari
kejelasan, bersikap kritis dan mengadakan justifikasi. Dengan demikian mengajar
adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Menurut Hilgrad dan Bower, 1966 dalam
(Jogiyanto,2006:10) Pembelajaran yang baik mempunyai sasaran yang seharusnya
berfokus pada hal-hal sebagai berikut:
1)
Meningkatkan
kualitas berpikir yaitu berpikir dengan efisien, konstruktif, mampu melakukan
judmen (judment) dankeaktifan.
2)
Meningkatan attitude of mind, yaitu menekankan pada
keingintahuan, aspirasi-aspirasi dan penemuan-penemuan.
3)
Meningkatkan kualitas personal yaitu karakter, sensitivitas, integritas dan tanggung jawab.
4)
Meningkatkan
kemampuan untuk menerapkan konsep dan pengetahuan-pengetahuan di situasi yangspesifik.
b.
Langkah-langkah pembelajaran
Menurut Piaget, pembelajaran terdiri dari empat
langkah sebagai berikut:
1)
Menentukan
topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri
2)
Memilih
atau mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tertentu.
3)
Mengetahui
adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah.
4)
Menilai
pelaksanaan tiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan dan melakukan revisi
Langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori kondisioning operan
sebagai berikut :
a). Mempelajari keadaan kelas, guru
mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku
positif akan diperkuat, Sedangkan perilaku negatif akan diperlemah
ataudikurangi
b). Membuat daftar penguat positif, guru
mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa. Perilaku yang kena hukuman, dan
kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat.
c). Memilih dan menentukan urutan tingkah
laku yang dipelajari serta jenis penguatnya.
1)
Membuat
program pembelajaran
Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki,
penguatan, waktu, mempelajari perilaku dan evaluasi.
2)
Pembelajaran matematika
Istilah pembelajaran menekankan pada siswa belajar dan
pengajaran menekankan pada guru mengajar. Dalam proses pembelajaran di kelas
supaya lebih hidup dan aktivitas belajar siswa yang diutamakan maka lebih tepat
digunakan istilah bukan pengajaran.
Pembelajaran Matematika adalah suatu proses tidak
hanya mendapat informasi dari guru tetapi banyak kegiatan maupun tindakan
dilakukan terutama bila diinginkan hasil belajar yang lebih baik pada diri
peserta didik. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan
kepada peserta didik agar terjadi proses belajar yang efektif atau dapat
mencapai hasil yang sesuai tujuan.
2.
Teori Belajar
Matematika
Menurut Piaget
(Pitadjeng, 2006: 28), perkembangan belajar matematika anak malalui 4 tahap yaitu tahap konkret, semi konkret, semi
abstrak, dan abstrak. Pada tahap konkret, kegiatan yang dilakukan anak adalah
untuk mendapatkan pengalaman langsung atau memanilupasi objek-objek konkret.
Pada tahap semi konkret sudah tidak perlu memanipulasi objek-objek konkret lagi
seperti pada tahap konkret, tetapi cukup dengan gambaran dari objek yang
dimaksud. Kegiatan yang dilakukan anak pada tahap semi abstrak
memanipulasi/melihat tanda sebagai ganti gambar untuk dapat berpikir abstrak.
Sedangkan pada tahap abstrak anak sudah mampu berpikir secara abstrak dengan
melihat ambang/simbol atau
membaca/mendengar secara verbal tanpa kaitan dengan objek-objek konkret. Bruner (Karso, dkk 2009: 1.12), menekankan bahwa
setiap individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa atau benda di
dalam lingkungannya, menemukan cara untuk menyatakan kembali peristiwa atau
benda tersebut di dalam pikirannya, yaitu suatu model mental tentang peristiwa
atau benda yang dialaminya atau dikenalnya.
3.
Pengertian Konsep Belajar Tuntas
Belajar tuntas adalah suatu sistem belajar yang
menginginkan sebagian besar peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran
secara tuntas. Konsep Belajar Tuntas sebagai cara belajar mengajar sangat
menguntungkan bagi siswa karena setiap siswa dapat dikembangkan secara optimal.
Moh. Uzer
Usman dan Lilis Setiawati mengemukakan bahwa ”belajar tuntas adalah
pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan untuk setiap unit bahan
pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok sehingga apa yang dipelajari
siswa dapat tercapai semua”.
Menurut
Suryosubroto, belajar tuntas adalah suatu filsafat yang mengatakan bahwa dengan
sistem pengajaran yang tepat semua siswa dapat belajar dengan hasil yang baik
dari hampir seluruh materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
Kunandar
dalam bukunya guru propesional implementasi kurikulum tingkat satuan
pendidikan (KTSP) dan persiapan menghadapi sertifikasi guru mengatakan
bahwa ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan
dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal
ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus
menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan
tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung
dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan
meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus-menerus untuk mencapai
ketuntasan ideal.
Pembelajaran
tuntas (Mastery Learning) dalam KTSP adalah pendekatan dalam pembelajaran yang
mempersyaratkan siswa menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun
kompetensi dasar mata pelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
pengukuran kemampuan siswa dalam penelitian ini disesuaikan dengan pelaksanaan
belajar tuntas, yaitu adanya program perbaikan/program remedial, yakni jika
siswa belum mencapai ketuntasan yang ditetapkan, maka siswa diberi program
perbaikan sampai mencapai ketuntasan.
Ciri pertama
penilaian pendidikan yaitu penilaian dilakukan secara tidak langsung, misalnya
dengan mengukur kepandaian dengan ukuran kemampuan menyelesaikan soal-soal,
yaitu dilakukannya evaluasi. Alat yang digunakan dalam evaluasi ada 2 macam,
yaitu tes dan non tes. Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi yang
fungsinya untuk mengukur hasil belajar siswa dan mengukur keberhasilan program
pengajaran. Sedangkan teknik bentuk non tes untuk menilai sikap, minat, dan
kepandaian siswa, melalui teknik wawancara, angket dan observasi. Dari uraian
tadi dapat diketahui bahwa kemampuan dapat diukur melalui tes, tes juga
dimaksudkan untuk mengukur ketuntasan belajar siswa.
4.
Pengertian
Hasil Belajar
Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua
kata yang membentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Pengertian hasil (produk) menunjuk
pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang
mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Sementara belajar
didefinisikan oleh banyak ahli, seperti Santrock dan Yusen (Sugihartono, 2007:
74), mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif permanen karena
adanya pengalaman. Sedangkan Reber (Sugihartono, 2007: 74), mendefinisikan
belajar dalam 2 pengertian. Pertama,belajar sebagai proses
memperoleh pengetahuan dan kedua, belajar sebagai perubahan
kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil yang diperkuat.
Belajardiartikan sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk
lain dan dilakukan sebagai aktifitas manusia sepanjang hidupnya. Belajar dapat
dilakukan oleh siapa saja. Belajar merupakan proses yang disengaja maupun yang
tidak disengaja yang dapat membawa perubahan. Perubahan itu bisa menuju arah
yang lebih baik ataupun sebaliknya. Kualitas belajar itu ditentukan oleh
seseorang melalui pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi
dengan lingkungan sekitar.
Belajar sama saja dengan latihan. Menurut Baharudin dan
Esa Nur Wahyuni (2010:12), belajar merupakan aktifitas yang dilakukan seseorang
untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan atau
pengalaman.Melalui latihan dan pengalaman, hasil belajar akan tampak dalam
keterampilan-keterampilan tertentusebagai hasil latihan. Misalnyaagar seseorang
lancar membaca maka orang itu harus sering melakukan latihan membaca.Woolfolk,
1995 (Baharudindan Esa Nur Wahyuni, 2008:14), menyatakan bahwa“ learning occurs
when experience causes a relatively permanent change in an individual’s
knowledge or behavior”. Menekankan bahwa pengalaman dan latihan adalah mediasi
bagi kegiatan belajar. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa belajar
adalah suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan
tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karena
adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Dengan belajar, manusia akan
menjadi tahu, paham dan mengerti tentang sesuatu. Hasil belajar seringkali
digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai
bahan yang sudah diajarkan. Winkel (Purwanto, 2010: 45), mengemukakan bahwa
hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap
dan tingkah lakunya. Soedijarto (Purwanto, 2010: 46), juga mendefinisikan hasil
belajar sebagai tingkat tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar
sesuai dengan tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Dimyati (2002: 3), hasil
belajar merupakanhasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.
Dengan memperhatikan beberapa definisi di atas dapat dapat diketahui bahwa
hasil belajar matematika adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar
khususnya pada mata pelajaran matematika sesuai dengan tujuan pendidikan. Hasil
belajar diukur untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan sehingga hasil
belajar harus sesuai dengan tujuan pendidika
B.
Kerangka Berfikir
Hasil belajar matematika dipengaruhi oleh kemampuan, keaktifan
dan kualitas antar komponen pendidikan. Sebagai sarana penunjang, suatu metode
pembelajaran adalah strategi yang digunakan dalam belajar mengajar. Semakin
baik pengajar menguasai dan menggunakan strateginya, maka makin efektif pula
pencapaian tujuan belajar.
Guru dalam proses belajar mengajar selalu bertujuan
agar materi yang disampaikan dapat dikuasai siswa dengan sebaik-baiknya. Akan
tetapi harapan itu belum dapat
diwujudkan sepenuhnya, karena pembelajaran yang masih berlangung selama ini
hanya mementingkan hasilnya saja, tidak mementingkan prosesnya. Salah satu
metode pembelajaran yang dapat meningkatkan penguasaan materi siswa secara
penuh dalam pembelajaran adalah dengan pendekatan belajar tuntas. Dalam metode
ini siswa diharapkan dapat menguasai setiap unit bahan pelajaran baik secara
perseorangan maupun kelompok atau dengan kata lain penguasaan penuh, sehingga
metode ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Dari uraian di atas secara skematis dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Masalah rendahnya prestasi belajar siswa dalam
matematika
|
Penyelesaian
masalah adanya peningkatan prestasi belajar siswa dalam matematika
|
Gambar 1.1
Alur Kerangka Pemikiran Tindakan Kelas
C.
Hipotesis Tindakan
Refleksi hasil tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran
diatas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : “Jika pembelajaran
matematika dengan menerapkan pendekatan belajar tuntas dilakukan guru dengan
tepat dan benar akan meningkatkan hasil belajar”.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Subjek , tempat dan waktu Penelitian
1.
Subjek
penelitan tindakan
adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Simo .
Tahun ajaran 2021 / 2022
yang berjumlah 34 siswa, terdiri dari 16 siswa laki- laki dan 18 siswa
peremuan. Pemilihan dan penentuan subjek penelitian ini berdasarkan pada
purposive sampling (sampel bertujuan), dengan alasan bahwa siswa kelas V SD
telah memiliki kemampuan membaca dan berbahasa yang memadai, memenuhi persyaratan
operasi hitung dan sudah mampu diajak berkomunikasi dan berdiskusi baik dengan
guru maupun sesama temannya.
2.
Tempat
Penelitian
Penelitian
ini rencananya akan dilaksanakan di SD Negeri 1 Simo tepatnya jalan Tambak Segaran II / No.120 Simo pada
kelas V tahun pelajaran 2021 / 2022
. Sekolah ini letaknya di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.
3.
Waktu Penelitian
Rencana tahap persiapan sampai dengan
pelaporan hasil penelitian akan dilaksanakan pada kelas V semester II tahun
pelajaran 2021 / 2022. selama 2 bulan yaitu bulan April sampai dengan bulan Mei
2022.
Persiapan dilaksanakan awal sampai
pertengan bulan April 2022 yaitu minggu ke-1 dan ke-2 . Pelaksanaan penelitian
ini dilaksanakan pertengahan Sampai akhir bulan April 2022 / minggu ke-3 dan
ke-4. Untuk pembuatan laporan minggu ke-1 sampai minggu
ke-3 bulan Mei 2022. Dan Pelaporan minggu ke-4 bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2022 semester 2 tahun pelajaran 2021/ 2022.
B.
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Penelitian
Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan selama 2 siklus. Rancangan dari setiap
siklus terdiri 4 tahapan yaitu 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) Observasi; 4)
refleksi;
Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini,
yaitu: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) refleksi,
Langkah-langkah penelitian diilustrasikan dalam siklus yang berupa
modifikasi dari Kemmis & Mc. Taggart (Sutama, 2000: 92) sebagai berikut:
Gambar 2.1 Langkah-langkah
Penelitian Tindakan Kelas
1. Perencanaan Tindakan Belajar
a.
Perencanaan Siklus I
Secara rinci, perencanaan siklus pertama dapat digambarkan sebagai
berikut :
- Membuat perencanaan pembelajaran
( RPP) matematika yang
pada setiap akhir jam pertemuan
suatu pokok bahasan dilanjutkan
dengan mencatat rangkuman pembelajaran ( terlampir )
- Membuat konsep
permasalahan yang akan dibahas serta menentukan batasan yang jelas terhadap
permasalahan – permasalahan tersebut.
- Membuat lembar observasi ( terlampir )
b. Pelaksanaan ( Acting
)
Action
dilakukan
dengan melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ) dengan materi : Mendefinisikan
ciri – ciri kubus dan menghitung Volume kubus.
Adapun langkah – langkah tindakan yang
ditempuh adalah :
1)
Kegiatan Awal
ร Salam
dan doa
ร Apersepsi: tanya jawab
tentang volume kubus Motivasi:
ร Materi berguna bagi pembuat kemasan
suatu produk di perusahaan.
2). Kegiatan Inti
ร Guru dan
siswa bertanya jawab tentang bentuk dan ciri-ciri kubus.
ร Siswa
memperhatikan kubus yang terdiri dari rangkaian kubus kecil yang ditunjukkan
oleh guru yang dimasukkan ke dalam sebuah kubus besar, kemudian siswa
memperkirakan jumlah kubus kecil
ร Guru
menjelaskan tentang satuan volume, bagian – bagian kubus dan cara menghitung
volume kubus.
ร Siswa
memperhatikan penjelasan guru .
ร Guru
membimbing siswa dalam mengambil kesimpulan tentang volume kubus.
ร Siswa
mengerjakan soal-soal latihan
ร Guru dan
siswa berdiskusi untuk membahas hasil pekerjaan siswa.
3) Kegiatan Akhir
ร Siswa membuat rangkuman dengan
bimbingan guru.
ร Guru memberi tugas rumah.
ร Doa dan
salam penutup
c . Observasi
Selama siklus pertama dilaksanakan dengan
mengamati proses pembelajaran siswa dengan guru yang mengarah pada
metode yang digunakan untuk memperoleh data yang valid tentang PBM, serta
mendata hasil kemajuan ( perubahan ) yang dicapai dengan menggunakan perangkat
monitoring.
d. Refleksi
Data –data dari hasil observasi, dan catatan dikoordanisasikan dengan
kolaborator untuk mengetahui kemajuan siswa .Jika pada siklus pertama
kemajuan siswa dalam pembelajaran menghitung
volume kubus masih belum
berarti, maka peneliti akan melakukan tindakan yang kedua tanpa mengabaikan
kemajuan yang sudah mereka alami.
2. Perencanaan siklus II
Setelah refleksi dari hasil pada siklus pertama peneliti mendapatkan
kekurangan dan kelabihan. Untuk memperbaiki kekurangan dan menguatkan kelebihan yang sudah ada pada siklus
pertama, maka dilaksanakan siklus kedua.
Rancangan siklus II dilakukan seperti siklus I . Berdasarkan data yang
diperoleh dari siklus I ( refleksi ) , pada siklus II diadakan perbaikan
-perbaikan dan kelemahan – kelemahan siklus I. Perbaikan tindakan pada siklus II dikaitkan dengan tindakan
pada siklus I.
a. Perencanaan ( Planing
)
Dalam siklus kedua ini, peneliti mengadakan tindakan
yang mengacu pada refleksi pada siklus I, catatan – catatan kemajuan siswa ,
saran – saran dari kolaborator dan pendapat para siswa.
b. Pelaksanaan ( Acting )
Action dilakukan sesuai dengan melaksanakan rencana
pelaksanaan pembelajaran ( RPP ) dengan mengambil Menghitung
Volume Balok .Adapun
langkah – langakah tindakan yang ditempuh adalah :
1). Kegiatan Awal
ร Salam
dan doa
ร Apersepsi: tanya jawab tentang
volume balok
ร Motivasi: agar siswa lebih
teliti dalam menghitung
2). Kegiatan Inti
ร Guru dan siswa bertanya jawab tentang
bentuk dan ciri-ciri balok
ร Siswa memperhatikan kubus yang
terdiri dari rangkaian kubus kecil yang ditunjukkan oleh guru yang dimasukkan
ke dalam sebuah kardus berbentuk balok, kemudian siswa memperkirakan jumlah kubus kecil
ร Guru
menjelaskan tentang bagian – bagian balok dan cara menghitung volume balok
ร Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan
alat peraga di lingkungan sekitar
ร Guru membimbing siswa dalam mengambil
kesimpulan tentang volume balok
ร Siswa mengerjakan soal-soal latihan
ร Guru dan siswa berdiskusi untuk
membahas hasil pekerjaan siswa.
3).
Kegiatan Akhir
ร Siswa membuat rangkuman dengan
bimbingan guru.
ร Guru memberi tugas rumah.
ร Doa dan
salam penutup
c. Observasi
Selama siklus kedua dilaksanakan
dengan mengamati proses pembelajaran
siswa dengan guru yang mengarah pada metode yang digunakan untuk memperoleh
data yang valid tentang PBM, serta mendata hasil kemajuan ( perubahan ) yang
dicapai dengan menggunakan perangkat monitoring ( bagi guru ) dan perangkat
evaluasi bagi siswa.
d. Refleksi
Berdasarkan analisis data yang dilakukan , dapat diketahui tingkat
keberhasilan dari kegiatan kelas pada siklus kedua. Diharapkan setelah siklus
kedua target tujuan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar matematika
khusunya menghitung volume kubus dan balok serta dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran
matematika di SD Negeri 1 Simo Kecamatan Simo Kabupaten
Boyolali Tahun Pelajaran 2021 / 2022.
Pelaksanan refleksi yang dilakukan untuk menelaah
hasil tindakan yang telah
dilakukan apakah sudah tepat, apabila belum maka akan dibenahi yang belum tepat. Refleksi ini
dilakukan rutin setiap akhir siklus penelitian
sampai selesai.
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Refleksi
|
No
|
Tindakan
Siklus Ke
|
Hari
|
Tanggal
|
|
1
|
I
|
Kamis
|
14 April 2022
|
|
2
|
II
|
Kamis
|
28
April 2022
|
3.
Sumber
Data
Sumber data
yang diambil dalam rencana penelitian ini adalah data prestasi belajar
siswa dan dokumentasi proses
pembelajaran
Sumber
data yang diambil dalam penelitian diharapkan dapat menghasilkan
pembelajaran matematika yang efektif dan tercapainya tujuan akhir yaitu
meningkatkan hasil belajar siswa dalam matematika Kd. menghitung volume kubus dan balok melalui metode belajar tuntas.
a). Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dibedakan menjadi 2 metode
pokok dan metode bantu.
1).
Metode Pokok
Metode pokok yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode observasi. Menurut Margono (2004 : 158) observasi diartikan
sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak
pada obyek penelitian. Pengumpulan data melalui observasi dilakukan oleh
peneliti agar diperoleh gambaran secara langsung proses pembelajaran di kelas.
2). Dokumentasi
Metode ini adalah suatu metode untuk mencari data
mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, agenda dan
sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2002: 206). Dokumen yang digunakan untuk
memperoleh data sekolah dan data identitas siswa antar lain seperti nama siswa,
nomor induk siswa, dengan melihat dokumentasi yang ada di sekolah.
a.
Tes
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 127), tes adalah
serentetan pertanyan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan,
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
tertulis bentuk uraian atau essay, yaitu tes yang berbentuk pertanyaan tulisan
yang jawabannya merupakan kalimat yang panjang. Tes ini digunakan untuk
memperoleh data mengenai hasil belajar dalam matematika dengan belajar tuntas.
C.
Teknis
Analisis Data
1.
Analisis
Data
Pada penelitian tindakan kelas ini analisis data dilakukan secara
deskriptif kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode alur yaitu
data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilaksanakan, dikembangkan selama
proses pembelajaran. Menurut Miles dan Hubberman (Sutama, 2000: 104), alur yang
dilalui meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi.Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan
tertulis di lapangan. Kegiatan ini mulai dilakukan dalam setiap tindakan
terhadap sekumpulan informasi yang memberi kemungkinan adanya penarikan
kesimpulan
2.
Validasi Data
Untuk menjamin pemantapan dan kebenaran data yang
dikumpulkan dan dicatat dalam penelitian maka dipilih dan ditemukan cara –cara
yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam
penelitian ini teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah teknik
Tringulasi. Tringulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain
diluar data untuk keperluan pengecekkan atau sebagai pembanding terhadap data
tersebut (Moleong, 1999:178).
Penelitian ini menggunakan tringulasi penyelidikan
dengan jalan memanfaatkan peneliti atau penguatan untuk keperluan
pengecekan kembali derajat kepercayan data.
.
3.
Indikator
Kinerja
Penelitian
tindakan kelas ini dikatakan berhasil, jika terjadi peningkatan hasil dan
proses pembelajaran dengan ditandai 75% siswa mampu memperoleh nilai minimal
75 dari KKM yang telah ditentukan.
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Hasil Penelitian
1.
Deskripsi Kondisi Awal
Sekolah yang menjadi tempat penelitian adalah SD
Negeri 1 Simo Kecamatan Simo
Kabupaten Boyolali. . Di tinjau
dari kuantitas gurunya, SD Negeri 1 Simo
mempunyai 13 orang guru, dengan 9 guru berstatus
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 2 guru berstatus Pegawai Tidak Tetap (GTT) 2 orang guru pengampu. Tingkat
pendidikan para guru di SD terebut mayoritas bergelar sarjana atau setara
dengan sarjana (S1)
Keadaan siswa di SD Negeri 1 Simo , secara kuantitas terdiri dari 6 kelas,
yaitu kelas 1 sampai dengan VI. Rata-rata banyaknya siswa tiap kelas berjumlah 37 orang siswa. Khususnya kelas V berjumlah 34 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 18 orang perempuan.
Untuk meningkatkan
kemampuan profesional guru dalam menerapkan strategi pembelajaran, sekolah sudah mengagendakan untuk
mencari masalah-masalah yang diduga menjadi penghambat hasil belajar siswa dan
solusinya dalam pembelajaran matematika.
Terbukti
bahwa hasil belajar siswa kelas V sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari ulangan, rata-rata
kelas sebelum penelitian adalah 60,59
atau 26,47 % ( siswa tuntas ) pada hal KKM
yang diterapkan untuk mupel matematika sebesar 75. Hal Ini masih jauh dari
harapan. Dapat dilihat pula dari hasil ketuntasan belajar secara klasikal yaitu
25 siswa atau 73,53 % ( belum tuntas ) dan 9 siswa atau 26 ,47 % (tuntas) .
Nilai tertinggi 90 yang diperoleh siswa baru 4 orang dan nilai terendah 20
diperoleh 2 siswa, hal tersebut jauh dari harapan. Terlebih lagi apabila
mengikuti seleksi OSN yang mewakili belum maksimal nilai yang
diperolehnya.
Gambaran ini dijadikan pangkal dalam melihat permasalahan
upaya peningkatan hasil belajar matematika khusunya materi menghitung volume kubus dan balok di kelas V SD Negeri 1 Simo. Identifikasi
masalah dan penyebabnya adalah :
1. Minat belajar matematika siswa masih kurang.
2. Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran kurang.
3. Perhatian dan kemandirian siswa kurang
4. Perbedaan kemampuan masing-masing individu.
Masalah-masalah tersebut di atas, kiranya telah
memenuhi syarat sebagai permasalahan yang dapat dipecahkan melalui penelitian
tindakan kelas. Setelah mendapatkan masalah tersebut di atas, untuk mengidentifikasikan faktor penyebab
masalahnya.
Faktor penyebab masalah tersebut di atas adalah
sebagai berikut:
Tabel. 2
Asumsi Penyebab Masalah
|
No
|
Faktor
|
Penyebab Masalah
|
|
1
|
Siswa
|
a. Matematika suatu pelajaran yang sulit
dan menakutkan
b. Kurang
memahami materi
Pelajaran
c. Minat belajar dan
keaktifan masih rendah kurangnya.
d. Perhatian terhadap pelajaran
kurang.
|
|
2
|
Guru
|
a. Selama
pembelajaran guru yang yang aktif sedangkan siswa pasif menerima pelajaran
b. Tidak memperhatikan dan memahami karakteristik siswa (tiap individu)
c. Penyampaian materi cenderung monoton (kurang bervariasi)
d. Penyampaian tugas kurang terperinci
|
|
3
|
Proses pembelajaran
|
a. Manajemen
pemanfaatan waktu
sangat kurang
b. Penjelasan
materi pelajaran
terlalu singkat
c. Pemanfaatan buku dan media kurang optimal
d. Tidak ada bimbingan secara
individu
e.
|
Tabel. 3
NILAI SIKAP SEBELUM PENELITIAN
|
NO
|
NAMA SISWA
|
KEAKTIFAN
|
PEMAHAMAN MATERI
|
KEMANDIRIAN
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
x
|
x
|
x
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
x
|
√
|
√
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
x
|
x
|
x
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
x
|
x
|
x
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
x
|
√
|
x
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
x
|
x
|
x
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
x
|
x
|
x
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
x
|
x
|
x
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
x
|
x
|
x
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
x
|
x
|
x
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
√
|
√
|
√
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
x
|
x
|
x
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
x
|
x
|
x
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
x
|
x
|
x
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
x
|
x
|
x
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
x
|
√
|
√
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
√
|
√
|
√
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
√
|
√
|
√
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
x
|
x
|
x
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
x
|
x
|
x
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
x
|
x
|
x
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
x
|
x
|
x
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
x
|
x
|
x
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
x
|
√
|
x
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
√
|
√
|
√
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
x
|
x
|
x
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
x
|
x
|
x
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
x
|
x
|
x
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
x
|
x
|
x
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
x
|
x
|
x
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
x
|
x
|
x
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
x
|
x
|
x
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
x
|
x
|
x
|
Keterangan :
1. Keaktifan :
√ = aktif x = belum aktif
2. Pemahaman Materi : √ = paham x = belum paham
3. Kemandirian : √ = mandiri x = belum mandiri
Keaktifan :
X 100 % = 14,71 %
Pemahaman Materi :
X 100 % = 26,47 %
Kemandirian :
X 100 % = 20,59 %
Tabel. 4
NILAI EVALUASI SEBELUM PENELITIAN
|
NO
|
NAMA SISWA
|
NILAI
|
KET.
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
50
|
BT
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
80
|
T
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
60
|
BT
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
70
|
BT
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
80
|
T
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
90
|
T
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
70
|
BT
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
50
|
BT
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
60
|
BT
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
40
|
BT
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
20
|
BT
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
80
|
T
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
50
|
BT
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
70
|
BT
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
70
|
BT
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
40
|
BT
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
80
|
T
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
90
|
T
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
90
|
T
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
30
|
BT
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
50
|
BT
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
50
|
BT
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
60
|
BT
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
70
|
BT
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
80
|
T
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
90
|
T
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
20
|
BT
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
40
|
BT
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
60
|
BT
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
50
|
BT
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
60
|
BT
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
60
|
BT
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
40
|
BT
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
60
|
BT
|
|
|
JUMLAH
|
2060
|
|
|
|
RATA - RATA
|
60,59
|
|
|
|
NILAI TERTINGGI
|
90
|
4 Siswa
|
|
|
NILAI TERENDAH
|
20
|
2 Siswa
|
Ketuntasan : <
75 :
X 100 % =73,53 % ( belum tuntas )
= / > 75 :
X 100 % = 26,47 % ( tuntas )
Nilai
Tertinggi : 90 ( 4 siswa )
Nilai
Terendah : 20 ( 2 siswa )
Berbagai penyebab masalah yang disajikan pada tabel di atas, kemudian dianalisis secara
kolaboratif berdasarkan observasi kelas. Melalui kerja kolaboratif disimpulkan
penyebab sesungguhnya yang tidak memperhatikan keaktifan siswa menjadikan proses dan hasil belajar yang sangat rendah. Disamping itu hasil observasi bisa dilihat, dari keaktifan belajar siswa
baru 5 siawa ( 14,71 % ), pemahaman materi 9 siswa ( 26,47 % ), kemandirian
belajar 7 siswa ( 20,59 % ), dan hasil belajar rata-rata kelas 60,59 ( 26,47 % ) siswa tuntas.
Berdasarkan prinsip dan karakteristik dari pendekatan
belajar tuntas ( Mastery Learning) maka
proses pembelajaran di kelas harus memperhatikan :
a)
Pengajaran
didasarkan atas tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
b)
Memperhatikan
perbedaan individu
c)
Evaluasi dilakukan secara kontinyu dan didasarkan atas kriteria.
d)
Menggunakan
program perbaikan dan pengayaan
e)
Menggunakan
prinsip siswa belajar aktif.
f)
Penyusunan
program tindakan pembelajaran
2.
Deskripsi
Siklus I
Pada
siklus I materi pembelajaran yang disampaikan adalah pokok bahasan
volume, bagian sub pokok bahasan mengenal volume kubus dan balok. Untuk sub
pokok bahasan alokasi waktunya 2 jam pelajaran @ 45 menit dan didistribusikan
ke dalam satu rencana pembelajaran. Berarti tindakan kelas siklus I terbagi
dalam satu kali pertemuan di kelas. Pembelajaran
siklus I dengan rencana pembelajaran I selama 2 jam pelajaran @ 45 menit, membahas materi ajar: a) mencari ciri-ciri kubus dan volume kubus
dengan cara membilang
kubus satuan, b) mengenal rumus volume kubus .
Pelaksanaan proses pembelajaran matematika di kelas V
SD yang bertujuan untuk meningkatkan Proses dan hasil belajar matematika pada siklus I adalah sebagai
berikut:
Dalam pembelajaran siklus I, kegiatan awal yang
dilakukan guru adalah memberikan kesempatan kepada siswa agar mempersiapkan
dirinya terlebih dahulu untuk pembelajaran matematika yang akan dilakukan.
Kemudian guru menjelaskan materi tentang
ciri-ciri kubus dan menghitung volume kubus. Materi volume yang dijelaskan pada pembelajaran ini
antara lain menghitung volume kubus, dan mengenal rumus kubus. Pada
materi menghitung volume kubus, guru menjelaskan dua alternatif cara menghitung volume kubus dengan satuan (1 cm2) dan yang kedua dengan
menggunakan rumus volume kubus.
Pada saat menjelaskan materi guru juga sekaligus
memperhatikan sikap siswa dan aktivitas belajar siswa. Di sini guru menangkap
masih banyak siswa yang kurang begitu memusatkan perhatiannya kepada guru yang
sedang menjelaskan. Sebagian siswa masih sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kemudian untuk lebih memfokuskan perhatian siswa pada
pembelajaran guru mengajak siswa untuk ikut terlibat langsung dalam
pembelajaran, maka guru memerintahkan kepada siswa untuk bersama-sama
menghitung banyaknya kubus satuan.
Kegiatan selanjutnya guru memberikan beberapa contoh
soal yang berhubungan dengan materi yang telah dijelaskan, kemudian guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan
tersebut hasilnya dikirim lewat
Whatsaap group. Untuk siswa yang mengerjakan soal paling cepat , guru memberikan poin atau
nilai tambah. Kemudian soal yang dikerjakan siswa tersebut di bahas kembali
oleh guru untuk memastikan jawaban siswa sudah benar. Setelah memastikan
jawaban siswa sudah benar, selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan kesulitan terhadap materi. Pada kesempatan ini tidak ada
satupun siswa yang bertanya tentang kesulitannya.
Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah guru memberikan
soal-soal latihan baik latihan terkontrol maupun latihan mandiri. Soal- soal
latihan dimulai dari yang mudah, latihan terkontrol dikerjakan bersama-sama
dengan bantuan guru. Setelah latihan terkontrol, kemudian dilanjutkan dengan
mengerjakan latihan mandiri. Latihan mandiri ini dikerjakan siswa secara
mandiri pada buku tulis siswa masing-masing dan hasilnya dikirim lewat foto whatsaap guru..
Pada akhir pembelajaran ini, guru memberikan PR dan
memberikan kesimpulan terhadap
materi yang telah
diberikan. Selanjutnya
menganjurkan siswa untuk mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan.
Pada pembelajaran siklus pertama ini didapatkan bahwa
siswa kurang memiliki kepedulian terhadap pelajaran matematika, keaktifan siswa
masih kurang, perhatian siswa terhadap pembelajaran masih kurang baik.
Kemandirian siswa dalam mengerjakan soal juga masih kurang. Dilihat dari
kondisi ini maka disepakati bahwa minat belajar matematika masih sangat kurang.
Refleksi terhadap
hasil tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari
Kamis 14 April 2022. hasil observasi pada siklus
I terdapat beberapa kekurangan-kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut
diantaranya:
−
Pembelajaran
secara kombinasi klasikal, kelompok dan individu belum maksimal.
−
Keaktifan
siswa belum kelihatan.
−
Guru
tidak bisa membimbing
siswa secara merata.
−
Siswa
kurang berani bertanya walaupun belum jelas.
−
Guru
dalam memperhatikan tingkah laku siswa masih kurang.
3.
Deskripsi
Siklus II
Perencanaan tindakan kelas siklus II, yang berkaitan
dengan model pembelajaran, strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran, dan
tindakan pembelajaran berdasarkan perencanaan siklus I yang telah direvisi.
Materi ajar yang disampaikan adalah pokok bahasan volume. Bagian sub
pokok bahasan volume balok. Untuk sub
pokok bahasan alokasi waktunya 2 jam pelajaran, @ 45 menit dan distribusikan ke
dalam satu RPP (Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran) berarti tindakan siklus II terbagi dalam 1
kali pertemuan di kelas.Pembelajaran siklus II, dengan rencana pelaksanaan
pembelajaran II selama 2 jam pelajaran @ 45 menit, membahas materi ajar: a)menghitung volume balok dengan rumus,b) mengenal satuan volume yang baku.
Kekurangan-kekurangan pada siklus I yang berhubungan
dengan minat belajar siswa seperti pelatihan, aktivitas dan kemandirian siswa
dalam belajar dibenahi guru pada pembelajaran siklus II ini. Guru memberikan
kata-kata semangat atau pujian agar siswa aktif. Guru melakukan pendekatan kepada siswa yang kurang
memiliki perhatian dalam pembelajaran.
Pada awal pembelajaran, pekerjaan rumah siswa di
bahas bersama-sama dengan melibatkan seluruh siswa. Dalam pembahasan materi pelajaran, guru menggunakan aturan
seperti pada pertemuan sebelumnya, tetapi pada pembelajaran kali ini guru membenahi
gaya mengajarnya seperti melakukan pendekatan kepada siswa yang kurang
perhatian pada saat pelajaran
berlangsung. Di samping itu
guru juga memberikan kata-kata pujian, semangat agar siswa menjadi lebih aktif
dan berminat dalam belajarnya.
Dalam proses pembelajaran ini setiap siswa dilibatkan
secara keseluruhan oleh guru. Para siswa harus memperhatikan guru saat
memberikan penjelasan. Selain itu guru juga sering memantau dan memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami
kesulitan dalam menangkap inti pelajaran
serta yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Pada akhirnya, pertemuan
ini, guru memberikan PR untuk mengukur kemandirian siswa dalam belajar dan mengukur kemampuan siswa memahami materi.
Pada pembelajaran siklus II ini diperoleh data bahwa
siswa sudah cukup peduli terhadap pembelajaran matematika. Keaktifan siswa baik
dalam bertanya, mengerjakan soal sudah cukup baik. Perhatian siswa sudah mulai
terfokus pada pembelajaran, tetapi kemandirian siswa dalam mengerjakan PR,
mempelajari kembali materi ajar yang sudah di bahas, masih kurang maksimal.
Perencanaan, penelaahan atau refleksi terhadap hasil
tindakan kelas siklus II dilaksanakan pada hari Kamis 28 April 2022 di SD tempat penelitian, dimulai pukul 11.00 sampai dengan 11.30. pada siklus II dan diperoleh hasil sebagai berikut.
Guru sudah mendorong siswa untuk lebih aktif, siswa
diberi kesempatan mengerjakan soal. Tetapi masih ada sebagian siswa yang belum
berani bertanya jika kurang paham, karena masih terbiasa dengan situasi belajar
sebelum penelitian mereka masih merasa takut disalahkan oleh guru. Pada
pertemuan kedua ini sudah mulai terjadi tukar pendapat diantara siswa dalam
membahas suatu soal / permasalahan. Karena mereka masih terbiasa bersifat
individual. Penerapan untuk keseluruhan materi ajar pada setiap pertemuan
sebagai latihan terkontrol maupun latihan mandiri, tugas-tugas diarahkan dengan
jelas.
Pembuatan rangkuman pelajaran setiap akhir pertemuan sudah ditetapkan. Secara umum tindak mengajar yang dilakukan
guru matematika pada siklus II untuk mengendalikan tindakan belajar, sudah optimal.
Pembelajaran matematika dengan pendekatan belajar
tuntas dengan kerja praktek seperti yang disarankan sebelumnya, sudah cukup
berjalan dengan baik meskipun masih terdapat sedikit hambatan yaitu kurangnya
persiapan guru pada saat pembelajaran. Persiapan guru sebelum pembelajaran
sangat diperlukan.
Kedua,. Pemberian komentar oleh guru dapat mendorong dan membesarkan hati untuk
setiap kegiatan yang dilakukan. Pemberian komentar yang dapat mendorong dan
membesarkan hati untuk setiap hasil kerja siswa memberikan penguatan positif
terhadap pencapaian tujuan belajar.
• Siswa dalam keaktifan belajar
mengalami peningkatan yang berarti yaitu mencapai 32 siswa(94,11%)
• Siswa dalam memahami materi semakin
meningkat mencapai 31 siswa(91,18%)
• Siswa dalam kemandirian belajar juga
meningkat sebesar 30 siswa (88,24%)
B.
Pembahasan Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian Siklus I
Hasil penelitian pada tindakan kelas siklus I,
diperoleh hasil belum sesuai
dengan harapan. Hal ini berdasarkan
pada hasil observasi dapat dilihat hasilnya sebagai berikut :
Keaktifan
siswa ada peningkatan dari 5 siswa ( 14,71% ) menjadi 21 siswa ( 61,76%).
Pemahaman materi dari 9 siawa ( 26,47%) naik menjadi 24 siswa ( 70,58 %).
Kemandirian belajar dari 7 siswa ( 20,59 %) naik menjadi 26 siawa ( 73,53 dan
hasil rata- rata ketuntasan klasikal dari 26,47 % manjadi 58,82%. ). Berikut tabel
nilai evaluasi dan nilai sikap siklus I
TABEL. 5
NILAI EVALUASI SIKLUS I
|
NO
|
NAMA SISWA
|
NILAI
|
KET.
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
70
|
BT
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
90
|
T
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
50
|
BT
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
90
|
T
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
80
|
T
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
90
|
T
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
80
|
T
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
60
|
BT
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
70
|
BT
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
80
|
T
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
50
|
BT
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
100
|
T
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
70
|
BT
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
90
|
T
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
70
|
BT
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
70
|
BT
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
90
|
T
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
100
|
T
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
100
|
T
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
50
|
BT
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
50
|
BT
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
70
|
BT
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
90
|
T
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
80
|
T
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
90
|
T
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
100
|
T
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
40
|
BT
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
80
|
T
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
80
|
T
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
80
|
T
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
60
|
BT
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
80
|
T
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
90
|
T
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
50
|
BT
|
|
|
JUMLAH
|
2.590
|
|
|
|
RATA - RATA
|
76,18
|
|
|
|
NILAI MAKSIMAL
|
100
|
|
|
|
NILAI MINIPAL
|
40
|
|
Ketuntasan : <
75 :
X 100 % = 41,18 % ( belum tuntas
)
= / > 75 :
X 100 % = 58,82 % ( tuntas )
Nilai
Tertinggi : 100 ( 4 siswa )
Nilai
Terendah : 40 ( 1 siswa )
TABEL. 6
NILAI SIKAP SIKLUS I
|
NO
|
NAMA SISWA
|
KEAKTIFAN
|
PEMAHAMAN MATERI
|
KEMANDIRIAN
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
x
|
x
|
√
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
x
|
x
|
x
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
√
|
√
|
√
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
x
|
x
|
√
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
x
|
x
|
x
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
√
|
√
|
√
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
x
|
x
|
x
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
√
|
√
|
√
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
x
|
√
|
√
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
√
|
√
|
√
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
x
|
√
|
√
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
x
|
√
|
√
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
√
|
√
|
√
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
√
|
√
|
√
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
√
|
√
|
√
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
x
|
x
|
x
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
x
|
x
|
x
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
x
|
√
|
√
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
√
|
√
|
√
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
√
|
√
|
√
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
√
|
√
|
√
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
x
|
x
|
x
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
√
|
√
|
√
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
√
|
√
|
√
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
√
|
√
|
√
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
x
|
x
|
x
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
√
|
√
|
√
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
√
|
√
|
√
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
x
|
x
|
x
|
Keterangan :
1. Keaktifan :
√ = aktif x = belum aktif
2. Pemahaman Materi : √ = paham x = belum paham
3. Kemandirian : √ = mandiri x = belum mandiri
Keaktifan :
X 100 % = 61,76 %
Pemahaman Materi :
X 100 % = 70,58 %
Kemandirian :
X 100 % = 73,53 %
2.
Hasil Siklus II
Hasil penelitian pada tindakan kelas siklus II
diperoleh bahwa tindakan guru sesuai dengan harapan, yaitu: memberitahukan
tujuan pembelajaran, memberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan dalam
menyampaikan materi
ajar. Secara sistematis, guru memberikan semangat dalam belajar, mendorong dan membimbing
siswa menyampaikan ide, guru tidak membedakan perlakuannya terhadap semua
siswa. Guru selalu mengingatkan siswa untuk mengulangi materi ajar yang telah
diajarkan, menciptakan suasana yang membuat siswa terlihat secara aktif, yaitu
dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Untuk siklus II dapat dilihat
hasilnya pada tabel sebagai berikut
TABEL. 7
NILAI EVALUASI SIKLUS II
|
NO
|
NAMA SISWA
|
NILAI
|
KET.
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
80
|
T
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
100
|
T
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
80
|
T
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
100
|
T
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
90
|
T
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
100
|
T
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
90
|
T
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
80
|
T
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
90
|
T
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
80
|
T
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
80
|
T
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
100
|
T
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
100
|
T
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
100
|
T
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
80
|
T
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
80
|
T
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
100
|
T
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
100
|
T
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
90
|
T
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
70
|
BT
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
80
|
T
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
90
|
T
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
100
|
T
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
90
|
T
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
100
|
T
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
100
|
T
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
70
|
BT
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
80
|
T
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
80
|
T
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
90
|
T
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
80
|
T
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
100
|
T
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
80
|
T
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
70
|
BT
|
|
|
JUMLAH
|
3000
|
|
|
|
RATA - RATA
|
88,24
|
|
|
|
NILAI TERTINGGI
|
100
|
|
|
|
NILAI TERENDAH
|
70
|
|
Ketuntasan : <
75 :
X 100 % = 8,82 % ( belum tuntas )
= / > 75 :
X 100 % = 91,18 % ( tuntas )
Nilai
Tertinggi : 100 ( 12 siswa )
Nilai
Terendah : 70 ( 3 siswa )
TABEL. 8
NILAI SIKAP SIKLUS II
|
NO
|
NAMA SISWA
|
KEAKTIFAN
|
PEMAHAMAN MATERI
|
KEMANDIRIAN
|
|
1
|
ALBERTUS FILIO MARGA NIRWANA
|
√
|
√
|
√
|
|
2
|
ALIF JABAR SYAH KHADAFI
|
√
|
√
|
√
|
|
3
|
ALIF MAULANA SAPUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
4
|
ALIFIA KIRANA AZZAHRA
|
√
|
√
|
√
|
|
5
|
ANDIKA ARYA WIDYATAMA
|
√
|
√
|
√
|
|
6
|
ARFIAN RISKI SAPUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
7
|
AWANG SATWIKA
|
√
|
√
|
√
|
|
8
|
ENDAH KUSUMASTUTI WAYUNINGTYAS
|
√
|
√
|
√
|
|
9
|
ENDAH SULISTYOWATI
|
√
|
√
|
√
|
|
10
|
FAISAL ADITYA PRATAMA
|
√
|
√
|
√
|
|
11
|
FAIZ NAUFAL MUSTOFA
|
√
|
|
√
|
|
12
|
HAFIDZ FEBRI HANANTO
|
√
|
√
|
√
|
|
13
|
HUGENG ATTHAR YULANDI
|
√
|
√
|
√
|
|
14
|
JULIA JAHARAH TARMIDJI
|
√
|
√
|
√
|
|
15
|
KEYZA ALLEA DEAYUVANKA
|
√
|
√
|
√
|
|
16
|
MONALISA SEPTIANTI PUTRI HALIZAH
|
√
|
x
|
x
|
|
17
|
MUHAMMAD RYAN YASID BASUKI
|
√
|
√
|
√
|
|
18
|
NATHANIA DAHAYU CETTA
|
√
|
√
|
√
|
|
19
|
NICKO KUSUMA RAMADHAN
|
√
|
√
|
√
|
|
20
|
NOVIA NUGRAHANINGRUM
|
x
|
x
|
x
|
|
21
|
ODA KEYLA GAVRILAKRISMI
|
√
|
√
|
√
|
|
22
|
RATNA MUHSININ
|
√
|
√
|
√
|
|
23
|
RIZKI PRATAMA PUTRA
|
√
|
√
|
√
|
|
24
|
SADIYA NABILA RAMADHANI
|
√
|
√
|
√
|
|
25
|
SAGITA RAYA CALISTA
|
√
|
√
|
√
|
|
26
|
SUCI PRIDA ANJANI
|
√
|
√
|
√
|
|
27
|
SYLVIA ALENCIA KEYISHA MEYLANI
|
x
|
x
|
x
|
|
28
|
VINSENSIUS PRASDITO
|
√
|
√
|
√
|
|
29
|
WAWIT AZRA ANGGRAINI
|
√
|
√
|
√
|
|
30
|
YOANNA ANTYANABEL KRISTYADI
|
√
|
√
|
√
|
|
31
|
YOEL SETYA PERMANA
|
√
|
√
|
√
|
|
32
|
TIMOTIUS IMMANUEL PASARIBU
|
√
|
√
|
√
|
|
33
|
YOSHINTA LEONI KUSUMA RANI
|
√
|
√
|
√
|
|
34
|
FERDINAND FAIZ AL ADLY
|
√
|
√
|
x
|
Keterangan :
4. Keaktifan : √
= aktif x = belum
aktif
5. Pemahaman Materi : √ = paham x = belum paham
6. Kemandirian : √ = mandiri x = belum mandiri
Keaktifan :
X 100 % = 94,11 %
Pemahaman Materi :
X 100 % = 91,18 %
Kemandirian :
X 100 % = 88,24 %
Berdasarkan
tabel diatas Keaktifan siswa ada peningkatan 11 siswa. Pada siklusII keaktifan
siswa sejumlah 32 orang ( 94,11%), untuk pemahaman materi terdapat 31 siswa (
91,18%) dan kemandirian belajar 30 orang siswa ( 88,24 %) serta hasil rata-
rata 88,24 dengan ketuntasan klasikal 31
siswa ( 91,18%) tuntas
C.
Pembahasan
Pola pembelajaran yang dilakukan guru kelas V adalah kombinasi, klasikal, kelompok
dan individual sudah cukup baik. Keterlibatan siswa dalam setiap pembahasan
pembelajaran mulai tampak, sehingga dominasi guru berkurang. Siswa telah
terlibat dalam pembahasan PR atau tugas yang diberikan oleh guru. Guru telah
melibatkan secara aktif untuk bertanya, mengemukakan ide dan mengerjakan soal
latihan, tetapi pada umumnya siswa masih belum berani bertanya. Pada tindakan
kelas siklus II sudah ada peningkatan minat belajar siswa. Tetapi usaha untuk mendorong siswa aktif harus terus
dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi.
Tindakan mengajar yang sesuai dengan harapan seperti
yang telah dilaporkan dapat mendukung hipotesis tindakan. Beberapa tindak
mengajar tersebut merupakan tindakan guru yang merupakan kunci keberhasilan
atau memberikan hasil yang memuaskan dan dipandang memberikan kontribusi yang
cukup bagi keberhasilan usaha meningkatkan hasil belajar.
Setelah penelitian selesai dilakukan untuk mendukung hipotesis penelitian bahwa perilaku belajar, yaitu hasil siswa setelah dilakukan serangkaian tindakan
pembelajaran dapat meningkat secara berarti. Hal tersebut dapat dilihat pada diagram batang berikut ini :
Gambar 1. Diagram Hasil
Evaluasi Tindakan
Dilihat dari diagram batang diatas dapat dikemukakan
hal-hal sebagai berikut :
1. Siswa kelas
V SD Negeri 1 Simo banyaknya
siswa yang berhasil tinggi, cenderung naik secara perlahan-lahan.
2. Kenaikan banyaknya siswa :
a) keaktifan belajar mencapai 76,92%,
(b) pemahaman
materi sebesar 87,18%
(c)
kemandirian belajar mencapai 79,49%.
(d) prestasi belajar rata-rata kelas 79,89%
Kenaikan banyaknya siswa ini menunjukkan bahwa
pembelajaran yang didasarkan pada penerapan pembelajaran melalui pendekatan
belajar tuntas dapat dikatakan
berhasil.
BAB V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Dilihat
dari catatan hasil penelitian baik dari segi
proses pembelajaran maupun prestasi hasil evaluasi pembelajaran yaitu :
1.
Keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika khususnya
materi pelajaran menghitung volume kubus dan balok sebelum penelitian sampai
penelitian siklus II terdapat peningkatan, dengan bukti:
pada pra siklus
/ sebelum penelitian hanya
5 siswa (14,71%) siswa yang aktif , pada siklus I berjumlah 21 siswa aktif (61,76%), pada siklus II berjumlah 32 siswa aktif (94,11%), berarti ada peningkatan yang signifikan yaitu
sebesar ( 79,40%).
2.
Pemahaman materi pelajaran yang sebelum penelitian hanya
berjumlah 9
siswa (26,47%), siklus I berjumlah 24 siswa (70,58%), siklus II berjumlah 31 siswa (91,18%), berarti ada
peningkatan sebesar (64,71%)
3.
Kemandirian belajar siswa sebelum penelitian
hanya berjumlah 7 siswa (20,59%), pada siklus I berjumlah 26 siswa (73,53%), siklus II berjumlah 30 siswa (88,24%), ada peningkatan
sebesar (67,65%)
4.
Hasil Rata-rata
evaluasi sebelum penelitian 60,59, ketuntasan belajar 9 siswa tuntas ( 26,47%).
Pada siklus I rata-rata hasil evaluasi adalah 76,18, siswa tuntas mencapai 20
siswa ( 58,82%). Pada siklus II rata-rata evaluasi belajar secara klasikal
yaitu 88,24 dan untuk ketuntasan belajar 31 siswa tuntas ( 91,18%), hal ini juga ada peningkatan rata- rata kelas
sebesar 27,65 atau (64,71 % ).
Berdasarkan catatan hasil evaluasi dalam penelitian ini, dapat
disimpulkan bahwa Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning) dapat meningkatkan
proses dan prestasi belajar matematika khususnya materi menghitung volume kubus dan balok bagi siswa
kelas 5 SD Negeri 1 Simo Kab. Boyolali Tahun Pelajaran 2021/2022 .
B. Saran
Berdasarkan temuan penelitian tindakan kelas ini maka
dalam usaha peningkatan hasil belajar siswa kelas V diajukan sejumlah saran
sebagai berikut :
1.
Bagi Guru :
a.
Guru
hendaknya memberikan bimbingan terhadap siswa secara optimal dan selalu memberikan latihan secara
kontinyu dalam pembelajaran matematika
khususnya menghitung volume kubus dan balok.
b.
Dalam
menghadapi tugas sehari-hari perlu berkolaborasi dengan sesama guru untuk
memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran khususnya
dalam menangani proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
c.
Guru hendaknya mendorong semangat belajar siswa agar
menumbuhkan minat belajar.
2.
Terhadap
Kepala Sekolah
a.
Untuk
mengaktifkan guru, kepala sekolah perlu melakukan supervisi secara terus
menerus dengan diberi umpanbalik.
b.
Kepala
sekolah selalu mendorong adanya kerja kolaborasi sesama guru.
3.
Terhadap Siswa
a.
Siswa
hendaknya memiliki minat belajar yang tinggi agar tercapai prestasi belajar yang bagus
b.
Setiap
siswa hendaknya dapat menjalin hubungan baik dengan guru agar proses belajar
mengajar terasa nyaman dan menyenangkan.
c.
Siswa
hendaknya lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran matematika dikelas.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Fitri. 2007. Usaha Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Merespon Pelajaran Matematika
Melalui Pendekatan Belajar Tuntas. Skripsi-UMS (tidak diterbitkan).
Arikunto,
Suharsimi. 2002 Prosedur Penelitian Suatu
Pendekaran Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
.
2015. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: BumiAksara
Budiyanti, Ana Rahmi. 2007. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Belajar Tuntas.
Skripsi-UMS (tidak diterbitkan).
Cipta.
Sutama. 2000. Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui
Pembenahan Gaya Belajar Guru di SLTP Negeri 18 Surakarta. Tesis
Magister PPS. UNY (tidak diterbitkan)
Djamarah,
Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar.
Jakarta : Rineka Cipta Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kunandar, Guru propesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru, (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2007), Ed. 1
Margono.
2004. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Jakarta : Rineka Cipta
Maryamah, Siti. 2007. Usaha Meningkatkan Pemahaman Konsep, Fakta, Prinsip, dan Skill
Matematika Melalui Metode Mastery Learning. Skripsi-UMS (tidak diterbitkan).
Moleong. 1990. Metodologi Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mudjiono, Dimyati. 1999. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Suradi. 2006. Upaya
Peningkatan Minat Belajar Matematika Melalui
Metode Belajar Tuntas (Mastery
learning). Skripsi-UMS (tidakditerbitkan).
Suryosubroto.
2002. Proses Belajar Mengajar Di Sekolah.
Jakarta : Rineka Uzer Usman dan Lilis Setiawati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1993)
Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas.
Bandung : Remaja Rosdakarya
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( SIKLUS
I )
Satuan
Pendidikan : SD Negeri 1 Simo
Mata
Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester
: V/2
Alokasi waktu : 2 x 35 Menit ( 2 JP )
Hari / Tanggal :
Kamis , 14 April 2022
A.
KOMPETENSI INTI
- Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya.
- Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman
dan guru.
- Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
[mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah.
- Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang
jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan
yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B.
KOMPETENSI
DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
|
Kompetensi Dasar (KD)
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi (IPK)
|
|
3.5
Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan
satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar
pangkat tiga.
|
3.5.1 Memahami satuan volume
3.5.2 Menganalisis unsur dan volume
kubus
|
|
4.5 Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
(seperti kubus satuan) melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga.
|
4.5.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Selama dan
setelah mengikuti proses pembelajaran
mengamati, menanya, mengeksplorasi, menganalisis dan mengkomunikasikan peserta
didik diharapkan dapat
1. Dengan penjelasan guru, Siswa dapat memahami satuan
volume dengan benar
2. Dengan
demontrasi yang dilakukan gurui, siswa dapat
mengenal
bagian-bagian kubus dan dapat menghitung volume kubus
3. Dengan
demontrasi siswa dapat Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dengan menggunakan satuan volume
D.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Perbaikan bagi
Siswa
a. Siswa dapat
termotivasi dengan adanya media benda nyata yang digunakan dalam proses
pembelajaran ini.
b. Siswa dapat lebih
aktif dalam proses pembelajaran.
c. Siswa dapat
lebih memahami menghitung volume kubus.
2. Tujuan
Perbaikan bagi Guru
Sebagai
sarana perbaikan pembelajaran bagi guru khususnya metode mengajar yang mana
pada sebelumnya yaitu hanya menggunakan metode ceramah menjadi pembelajaran
menggunakan metode realistic mathematics education melalui alat peraga nyata
dan diskusi kelompok.
E.
METODE PEMBELAJARAN
a. Metode : ceramah, tanya
jawab,tugas, demonstrasi ,diskusi
b. Pendekatan :
Scientific Learning
F.
MEDIA PEMBELAJARAN
a. Media LCD projector,
b. Laptop,
c. Bahan Tayang
d. Benda
berbentuk Kubus
e. Gambar
G.
SUMBER BELAJAR
a. Buku Siswa Matematika Kelas V Revisi
2017
b. Buku Petunjuk Guru Matematika Kelas V
Revisi 2017
c. Modul/bahan ajar,
d. Internet,
e. Sumber lain yang relevan
H. MATERI PEMBELAJARAN
1.
Fakta:
Contoh-contoh gambar kubus , kubus
satuan
2. Konsep
·
Kubus adalah balok atau prismasiku-siku khusus.
3. Prinsip
Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan
volume (seperti kubus satuan)
4. Prosedur
·
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun
ruang dengan menggunakan satuan volume
·
Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
I.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
|
No
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Pengorganisasian
|
|
Siswa
|
Waktu
|
|
A
|
Kegiatan
Awal
|
|
|
|
|
ร
Salam dan doa
|
|
|
|
|
ร
Apersepsi: tanya jawab
tentang volume kubus
|
Klasikal
|
10
|
|
|
ร
Motivasi: Materi
berguna bagi pembuat kemasan suatu produk di perusahaan.
|
Klasikal
|
|
|
B
|
Kegiatan
Inti
|
Kelompok
|
|
|
|
ร
Guru dan siswa bertanya
jawab tentang bentuk dan ciri-ciri kubus.
|
Kelompok
|
50
|
|
|
ร
Siswa memperhatikan
kubus yang terdiri dari rangkaian kubus kecil yang ditunjukkan oleh guru yang
dimasukkan ke dalam sebuah kubus besar, kemudian siswa memperkirakan jumlah
kubus kecil
ร
Guru menjelaskan
tentang satuan volume, bagian – bagian kubus dan cara menghitung volume
kubus. Siswa memperhatikan penjelasan guru
|
individu
|
|
|
|
ร
Guru membimbing siswa
dalam mengambil kesimpulan tentang volume kubus.
|
Kelompok
|
|
|
|
ร
Siswa mengerjakan
soal-soal latihan
|
Klaasikal
|
|
|
|
ร
Guru dan siswa
berdiskusi untuk membahas hasil pekerjaan siswa.
|
Individu
|
|
|
C
|
Kegiatan
Akhir
|
|
|
|
|
ร
Siswa membuat rangkuman
dengan bimbingan guru.
|
Individu
|
10
|
|
|
ร
Guru memberi tugas
rumah.
ร
Doa dan salam penutup
|
Klasikal
|
|
J.
PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1.
Teknik
Penilaian
a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1) Tes
Tertulis
a) Uraian/esai ( Soal Terlampir )
2) Tes
Lisan ( dalam proses pembelajaran )
b. Penilaian Kompetensi
Keterampilan
1)
Proyek, pengamatan, wawancara’
a) Mempelajari buku teks dan sumber lain
tentang materi pokok
b) Menyimak tayangan/demo tentang materi
pokok
c) Menyelesaikan tugas yang berkaitan
dengan pengamatan dan eksplorasi
2)
Portofolio / unjuk kerja
a) Laporan tertulis individu/ kelompok
3) Produk
2.
Instrumen
Penilaian ( Terlampir )
3.
Pembelajaran
Remedial dan Pengayaan
a.
Remedial
1) Remedial dapat diberikan kepada
peserta didik yang belum mencapai KKM
b. Pengayaan
1)
Pengayaan
diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran
yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau
mencapai Kompetensi Dasar.
Simo, 14 April 2022
|
Mengetahui
Kepala Sekolah
|
Guru kelas V
|
|
PARJO,S.Pd.M.Pd
NIP. 19650223 199203 1 010
|
SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP. 19751002 200801 1 007
|
LAMPIRAN
I : MATERI PELAJARAN
KUBUS SATUAN
RUMUS MENGHITUNG VOLUME KUBUS
Volume = Sisi x sisi x sisi / S ³
Contoh soal
Sebuah
aquarium berbentuk kubus, panjang sisi aquarium tersebut 50 cm. Aquarium
tersebut akan diisi air penuh. Berapakah liter air yang dibutuhkan untuk
mengisi aquarium tersebut ?
Jawab
:
Diketahui
S = 50 dm
Ditanyakan
isi aquarium = ... liter
Jawab
: Volume = S x S x S
Volume = 50 cm x 50 cm x 50 cm
Volume = 125.000 cm³ = 125 liter
LAMPIRAN
II : LEMBAR KERJA SISWA
Lembar Kerja Siswa
Kelompok
:...............
Anggota : 1.
2.
3.
4.
LAMPIRAN III : SOAL
EVALUASI
Soal
Evaluasi
1.
3.
Volume kubus =……………kubus satuan
2. 4.
Volume kubus =…………… Volume
kubus =……………
Kunci
Jawaban
1.
100
2.
64 cm³
3.
1.000 cm³
4.
11 cm
Keterangan
:
Setiap
1 nomor betul skor 2
Jumlah
skor 8. Menjawab betul semua skor 8
Jumlah
Skor perolehan
Nilai Akhir :
x 100
Jumlah
Skor Maksimal
LAMPIRAN IV : SOAL PERBAIKAN
Soal Perbaikan
1.
2.
Volume
:....................kubus satuan
3.
15 cm
Volume = . .
.
4.
20 cm
Volume :................
Keterangan
:
Setiap
1 nomor betul skor 2
Jumlah
skor 8. Menjawab betul semua skor 8
Jumlah Skor
perolehan
Nilai
Akhir : x 100
Jumlah Skor
Maksimal
LEMBAR PENILAIAN
Penilaian
Sikap
Satuan Pendidikan :
SD Negeri 1 Simo
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No.
|
Nama
peserta didik
|
Aktifitas
|
|
Kerja sama
|
Keaktifan
|
Partisipasi
|
Inisiatif
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rubrik penilaian:
1.
Apabila peserta didik belum memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator.
2.
Apabila
sudah memperlihatkan
perilaku tetapi belum konsisten yang dinyatakan dalam indikator.
3.
Apabila sudah memperlihatkan perilaku dan sudah kosisten yang dinyatakan dalam indikator.
4.
Apabila sudah memperlihatkan perilaku kebiasaan yang dinyatakan dalam indikator.
Catatan
:
Penguasaan nilai
disesuaikan dengan karakter yang diinginkan.
Rentang Skor = Skor Maksimal – Skor MiNIPal
= 16 – 4
= 12
|
MK=
|
14
- 16
|
|
MB=
|
11- 13
|
|
MT=
|
8
- 10
|
|
BT=
|
4-7
|
Keterangan:
|
BT
|
BelumTerlihat(apabila peserta didik belum
memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
|
|
MT
|
MulaiTerlihat(apabila peserta didik sudah
mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam
indikator tetapi belum konsisten).
|
|
MB
|
Mulai
Berkembang (apabila peserta didik sudahmemperlihatkan berbagai tanda perilaku
yang dinyatakan dalam indikator dan mulai
|
|
MK
|
Mulai
membudaya/terbiasa (apabila peserta didik terus-menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator
secara konsisten).
|
Format Penilaian Sikap.
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Format Lembar Pengamatan
Sikap Peserta didik
|
No
|
Nama
|
Sikap
|
|
Keterbukaan
|
Ketekunan
belajar
|
Kerajinan
|
Tenggang rasa
|
Kedisiplinan
|
Kerja sama
|
Ramah
dengan teman
|
Hormat
pada orang tua
|
Kejujuran
|
Menepatijanji
|
Kepedulian
|
Tanggung
jawab
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 sampai dengan 4
Jurnal (buku
catatan
harian tentang peserta didik
oleh guru)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Contoh Isi Buku Catatan Harian
|
No.
|
Hari/Tanggal
|
Nama
Peserta didik
|
Kejadian
|
|
1.
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
dst.
|
|
|
|
Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif.Catatan dalam lembaran buku tersebut,
selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta
didik, sangat bermanfaat
pula untuk menilai sikap peserta
didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan
peserta didik secara
keseluruhan. Selain itu, dalam observasi perilaku, dapat juga digunakandaftarcek yang
memuat perilaku-perilaku tertentu yang
diharapkan muncul dari peserta
didik pada umumnya atau
dalam keadaan tertentu.
Kisi-Kisi
TesTertulis /Uraian/Essai
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No
|
KompetensiDasar
|
Materi
|
Indikator Soal
|
Bentuk Soal
|
No.Soal
|
|
1
|
3.5
Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang
dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
|
· Volume bangun ruang
|
· Memahami satuan volume
· Menganalisis unsur dan volume kubus
· Memahami cara menentukan volume
kubus dan balok
|
Uraian
|
1,2
3,4
5
|
Contoh
butir soal:
Pedoman
Penskoran Soal Uraian
|
No. Soal
|
Rubrik
|
Skor
|
|
1
|
Siswa
dapat menyebutkan jawaban dengan baik
dan benar.
|
4
|
|
2
|
Siswa
dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap.
|
3
|
|
3
|
Siswa dapat
menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar.
|
1
|
|
|
Skor
Maksimum
|
8
|
Kisi-Kisi Penugasan
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No.
|
Kompetensi
Dasar
|
Materi
|
Indikator
Soal
|
Teknik
Penilaian
|
|
1
|
3.5
Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang
dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
|
· Volume bangun ruang
|
· Memahami satuan volume
· Menganalisis unsur dan volume kubus
· Menganalisis unsur dan volume balok
· Memahami cara menentukan volume
kubus dan balok
|
Penugasan
|
Tugas:
ยช Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
Rubrik Penskoran Penugasan
|
Komponen
Penilaian
|
Rubrik
|
Skor
|
|
Pendahuluan
|
Tujuan dan
landasan teori disampaikan
dengan tepat
|
4
|
|
Tujuan atau landasan teori
disampaikan dengan
kurang tepat
|
3
|
|
Hanya memuat salah
satu komponen pendahuluan namun
disampaikan dengan
tepat
|
2
|
|
Hanyamemuat salah
satu komponen pendahuluan dan
disampaikan dengan
kurangtepat
|
1
|
|
Pelaksanaan
|
Baris
program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dan
penjelasannyadengan
tepat
|
4
|
|
Baris
program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dan
penjelasannya dengan
kurang tepat
|
3
|
|
Baris program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dengan tepat
|
2
|
|
Baris program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dengan kurang tepat
|
1
|
|
Kesimpulan
|
Terkait dengan
pelaksanaan
tugas danadasaran untuk
perbaikan penugasan
berikutnyayang
feasible
|
4
|
|
Terkait dengan
pelaksanaan
tugas danadasaran untuk
perbaikan penugasan
berikutnyatetapi
kurang feasible
|
3
|
|
Terkait dengan
pelaksanaan
tugas tetapi tidak
adasaran
|
2
|
|
Tidak terkait dengan
pelaksanaan tugas
dan
tidak ada saran
|
1
|
|
Tampilan
laporan
|
Laporan
rapi
dan menarik,
dilengkapi cover
dan
foto/gambar
|
4
|
|
Laporan
rapi
dan menarik,
dilengkapi cover
atau foto/gambar
|
3
|
|
Laporan dilengkapi
cover atau foto/gambar
tetapi kurang rapi
atau kurang
menarik
|
2
|
|
Laporan
kurang rapi
dan kurang menarik, tidak dilengkapi cover dan
foto/gambar
|
1
|
|
Keterbacaan
|
Mudah dipahami, pilihan kata tepat,
dan ejaan semua
benar
|
4
|
|
Kurang
dapat dipahami,pilihan kata
kurang tepat, dan
beberapa ejaan salah
|
2
|
|
Tidak mudah
dipahami,pilihan kata kurang tepat, dan
banyak ejaanyangsalah
|
1
|
Keterangan:
© Skor maksimal = banyaknya kriteria x
skor tertinggi setiap kriteria.
© Pada contoh di atas, skor
maksimal = 5x 4= 20.
©
Rubrik Penilaian Tugas
Proyek
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Tugas
Rubrik penilaian proyek untuk
mengumpulkan lembar kegiatan
|
No
|
Nama
|
Penilaian
|
|
Keakuratan Data dan Informasi
|
Ketepatan
Analisis
|
Kerapian Penulisan Laporan
|
Kelancaran
Presentasi
|
|
1.
|
....
|
.....
|
....
|
....
|
....
|
|
2.
|
....
|
.....
|
....
|
....
|
....
|
|
....
|
....
|
.....
|
....
|
....
|
....
|
Pedoman penskoran :
|
Aspek yang Dinilai
|
Skor
|
|
Keakuratan data dan informasi
• Data dan
informasi
yang digunakan
sangat akurat dan lengkap
• Data dan
informasi yang digunakan akurat
tetapi kurang lengkap
• Datadan
informasiyangdigunakantidak akuratdantidak lengkap
|
3
2
1
|
|
Ketepatan
analisis
• Analisis tepat
• Analisis kurang tepat
• Analisis tidak tepat
|
3
2
1
|
|
Kerapian penulisan laporan
• Penulisan laporan rapi
• Penulisan laporan kurang rapi
• Penulisanlaporan tidak rapi
|
3
2
1
|
|
Kelancaran dalam presentasi
• Lancar
• Kuranglancar
• Tidak
lancar
|
3
2
1
|
Format Penilaian Praktik:
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Tugas :
ยช Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
Nama peserta didik :
Kelas :
|
No ASPEKYANG DINILAI
|
Skala Penilaian
|
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Kriteria penilaian dapat
dilakukan sebagai berikut:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = kurang
1 = sangat kurang
INSTRUMEN REMEDIAL
Satuan Pendidikan :
SD N1 SIMO
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No.
|
Nama Peserta Didik
|
KD
|
Aspek
|
Materi
|
Indikator
|
KB
|
Bentuk
Remedial
|
Nilai
|
|
Awal
|
Remedial
|
|
1
2
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Format Pengayaan
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No.
|
Nama Peserta Didik
|
KD
|
Aspek
|
Materi
|
Indikator
|
KB
|
Bentuk
Pengayaan
|
Nilai
|
|
Awal
|
Pengayaan
|
|
1
2
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Simo, 14 April 2022
|
Mengetahui
Kepala Sekolah
|
Guru Kelas V
|
|
PARJO,S.Pd.M.Pd
NIP. 19650223 199203 1 010
|
SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP. 19751002 200801 1 007
|
|
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( SIKLUS II )
Satuan
Pendidikan : SD Negeri 1 Simo
Mata
Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester
: V/2
Alokasi waktu : 2 x 35 Menit ( 2 JP )
Hari /
Tanggal : Kamis , 28 April
2022
A. KOMPETENSI
INTI
1.
Menerima dan menjalankan ajaran agama
yang dianutnya.
2.
Memiliki perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan
keluarga, teman dan guru.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, sekolah.
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam
bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B.
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
|
Kompetensi Dasar (KD)
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi (IPK)
|
|
3.6
Menjelaskan, dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan
satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar
pangkat tiga.
|
3.5.3 Menganalisis unsur dan volume
balok
3.5.4 Memahami cara menentukan volume
balok
|
|
4.6 Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
(seperti kubus satuan) melibatkan pangkat tiga dan akar pangkat tiga.
|
4.5.2
Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan
volume
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Selama dan
setelah mengikuti proses pembelajaran
mengamati, menanya, mengeksplorasi, menganalisis dan mengkomunikasikan peserta
didik diharapkan dapat
a. Dengan penjelasan guru, Siswa dapat dengan mengenal
bagian-bagian balok dengan benar
b. Dengan
demontrasi yang dilakukan gurui, siswa dapat
dan dapat menghitung volume balok dengan tepat
c. Dengan
demontrasi siswa dapat Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume balok
D.
TUJUAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Perbaikan bagi
Siswa
a. Siswa dapat
memahami konsep menghitung Volume balok
b. Siswa dapat
lebih memahami menghitung satuan volume balok .
2. Tujuan
Perbaikan bagi Guru
Guru tidak
hanya menggunakan media gambar, tetapi juga memanfaatkan media dilingkungan sekitar
E.
METODE PEMBELAJARAN
1.
Metode :
ceramah, tanya jawab,tugas, demonstrasi diskusi
2.
Pendekatan : Scientific Learning
F.
MEDIA PEMBELAJARAN
1.
Media
LCD projector,
2.
Laptop,
3.
Bahan
Tayang
4.
Benda berbentuk balok
5.
Gambar
G.
SUMBER BELAJAR
1.
Buku
Siswa Matematika Kelas V Revisi 2017
2.
Buku
Petunjuk Guru Matematika Kelas V Revisi 2017
3.
Modul/bahan
ajar,
4.
Internet,
5.
Sumber
lain yang relevan
H. MATERI PEMBELAJARAN
1. Fakta:
Contoh-contoh gambar balok dan kubus
2. Konsep
·
Kubus adalah balok atau prismasiku-siku khusus.
·
Balok disebut prisma siku-siku. Balok mempunyai 6 sisi, masing-masing
berbentuk persegi panjang.
3.Prinsip
Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan
volume (seperti kubus satuan)
I.
Prosedur
·
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun
ruang dengan menggunakan satuan volume
·
Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
J. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
|
No
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Pengorganisasian
|
|
Siswa
|
Waktu
|
|
A
|
Kegiatan
Awal
|
|
|
|
|
ร
Salam dan doa
|
|
|
|
|
ร
Apersepsi: tanya jawab
tentang volume balok
|
Klasikal
|
10
|
|
|
ร
Motivasi: agar siswa
lebih teliti dalam menghitung
|
Klasikal
|
|
|
B
|
Kegiatan
Inti
|
Kelompok
|
|
|
|
ร
Guru dan siswa bertanya
jawab tentang bentuk dan ciri-ciri balok
|
Kelompok
|
50
|
|
|
ร
Siswa memperhatikan
kubus yang terdiri dari rangkaian kubus kecil yang ditunjukkan oleh guru yang
dimasukkan ke dalam sebuah kardus berbentuk balok, kemudian siswa
memperkirakan jumlah kubus kecil
ร
Guru menjelaskan
tentang bagian – bagian balok dan cara menghitung volume balok Siswa
memperhatikan penjelasan guru dengan alat peraga di lingkungan sekitar
|
individu
|
|
|
|
ร
Guru membimbing siswa
dalam mengambil kesimpulan tentang volume balok
|
Kelompok
|
|
|
|
ร
Siswa mengerjakan
soal-soal latihan
|
Klaasikal
|
|
|
|
ร
Guru dan siswa
berdiskusi untuk membahas hasil pekerjaan siswa.
|
Individu
|
|
|
C
|
Kegiatan
Akhir
|
|
|
|
|
ร
Siswa membuat rangkuman
dengan bimbingan guru.
|
Individu
|
10
|
|
|
ร
Guru memberi tugas
rumah.
ร
Doa dan salam penutup
|
Klasikal
|
|
K.
PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1. Teknik Penilaian
a.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1)
Tes
Tertulis
Uraian/esai ( Soal Terlampir )
2)
Tes
Lisan
2.Penilaian Kompetensi Keterampilan
a). Proyek, pengamatan, wawancara’
- Mempelajari
buku teks dan sumber lain tentang materi pokok
- Menyimak
tayangan/demo tentang materi pokok
- Menyelesaikan
tugas yang berkaitan dengan pengamatan dan eksplorasi
b) Portofolio / unjuk kerja
c)
Laporan
tertulis individu/ kelompok
Simo, 26 April 2022
|
Mengetahui
Kepala Sekolah
|
Guru Kelas V
|
|
PARJO,S.Pd.M.Pd
NIP. 19650223 199203 1 010
|
SLAMET
WIDODO,S.Pd
NIP. 19751002 200801 1 007
|
|
|
|
|
LAMPIRAN
I : MATERI PELAJARAN
KUBUS SATUAN
LAMPIRAN II : SOAL
EVALUASI
Soal
Evaluasi
1. 2.
Volume ..........kubus satuan
3.
4.
4.
Volume :...................
Panjang :......................cm
Kunci jawaban :
1. 96
2. 480 cm³ 3. 5 cm 4.
36 cm³
Keterangan
:
Setiap
1 nomor betul skor 2
Jumlah
skor 10. Menjawab betul semua skor 10
Jumlah
Skor perolehan
Nilai
Akhir : x 100
Jumlah
Skor Maksimal
LEMBAR PENILAIAN
Penilaian
Sikap
Satuan Pendidikan :
SD Negeri 1 Simo
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2019/2020
|
No.
|
Nama peserta didik
|
Aktifitas
|
|
Kerja sama
|
Keaktifan
|
Partisipasi
|
Inisiatif
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rubrik penilaian:
1.
Apabila peserta didik belum memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator.
2.
Apabila
sudah memperlihatkan
perilaku tetapi belum konsisten yang dinyatakan dalam indikator.
3. Apabila sudah memperlihatkan perilaku dan sudah kosisten yang dinyatakan dalam indikator.
4. Apabila sudah memperlihatkan perilaku kebiasaan yang dinyatakan dalam indikator.
Catatan
:
Penguasaan
nilai disesuaikan dengan karakter yang diinginkan.
Rentang
Skor = Skor Maksimal – Skor
Minimal
=
16 – 4
= 12
|
MK=
|
14 - 16
|
|
MB=
|
11- 13
|
|
MT=
|
8 - 10
|
|
BT=
|
4-7
|
Keterangan:
|
BT
|
BelumTerlihat(apabila peserta didik belum
memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
|
|
MT
|
MulaiTerlihat(apabila peserta didik sudah
mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam
indikator tetapi belum konsisten).
|
|
MB
|
Mulai
Berkembang (apabila peserta didik sudahmemperlihatkan berbagai tanda perilaku
yang dinyatakan dalam indikator dan mulai
|
|
MK
|
Mulai
membudaya/terbiasa (apabila peserta didik terus-menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator
secara konsisten).
|
Format Penilaian Sikap.
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Format Lembar Pengamatan
Sikap Peserta didik
|
No
|
Nama
|
Sikap
|
|
Keterbukaan
|
Ketekunan
belajar
|
Kerajinan
|
Tenggang rasa
|
Kedisiplinan
|
Kerja sama
|
Ramah
dengan teman
|
Hormat pada orang tua
|
Kejujuran
|
Menepatijanji
|
Kepedulian
|
Tanggung
jawab
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 sampai dengan 4
Kisi-Kisi
TesTertulis /Uraian/Essai
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No
|
KompetensiDasar
|
Materi
|
Indikator Soal
|
BentukSoal
|
No.Soal
|
|
1
|
3.6
Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang
dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
|
· Volume bangun ruang
|
· Memahami satuan volume
· Menganalisis unsur dan volume kubus
· Memahami cara menentukan volume kubus
dan balok
|
Uraian
|
1,2
3,4
5
|
Contoh
butir soal:
Pedoman
Penskoran Soal Uraian
|
No. Soal
|
Rubrik
|
Skor
|
|
1
|
Siswa
dapat menyebutkan jawaban dengan baik
dan benar.
|
4
|
|
2
|
Siswa
dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap.
|
3
|
|
3
|
Siswa dapat
menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar.
|
1
|
|
|
|
|
|
|
SkorMaksimum
|
8
|
Kisi-Kisi Penugasan
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
|
No.
|
Kompetensi
Dasar
|
Materi
|
Indikator
Soal
|
Teknik
Penilaian
|
|
1
|
3.6
Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang
dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan)
|
· Volume bangun ruang
|
· Memahami satuan volume
· Menganalisis unsur dan volume kubus
· Menganalisis unsur dan volume balok
· Memahami cara menentukan volume
kubus dan balok
|
Penugasan
|
Tugas:
ยช Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan
volume
Rubrik Penskoran Penugasan
|
Komponen
Penilaian
|
Rubrik
|
Skor
|
|
Pendahuluan
|
Tujuan dan
landasan teori disampaikan
dengan tepat
|
4
|
|
Tujuan atau landasan teori
disampaikan dengan
kurang tepat
|
3
|
|
Hanya memuat salah
satu komponen pendahuluan namun
disampaikan dengan
tepat
|
2
|
|
Hanya memuat salah
satu komponen pendahuluan dan
disampaikan dengan
kurang tepat
|
1
|
|
Pelaksanaan
|
Baris program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dan
penjelasannya dengan
tepat
|
4
|
|
Baris program ditulisdengan lengkap
berikut
flowchart dan
penjelasannyadengan
kurang tepat
|
3
|
|
Baris program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dengan tepat
|
2
|
|
Baris program ditulis dengan lengkap
berikut
flowchart dengan kurang tepat
|
1
|
|
Kesimpulan
|
Terkait dengan
pelaksanaan
tugas dan
ada saran untuk perbaikan
penugasan
berikutnya yang
feasible
|
4
|
|
Terkait dengan
pelaksanaan
tugas dan
ada saran untuk perbaikan
penugasan
berikutnya tetapi
kurang feasible
|
3
|
|
Tidak terkait dengan
pelaksanaan tugas
dan
tidak ada saran
|
1
|
|
Tampilan
laporan
|
Laporan
rapi
dan menarik,
dilengkapi cover
dan
foto/gambar
|
4
|
|
Laporan
rapi
dan menarik,
dilengkapi cover
atau foto/gambar
|
3
|
|
Laporan
dilengkapi
cover atau foto/gambar
tetapi kurang rapi
atau kurang
menarik
|
2
|
|
Laporan
kurangrapi
dankurang menarik, tidak dilengkapi cover dan
foto/gambar
|
1
|
|
Keterbacaan
|
Mudah dipahami, pilihan kata tepat,
dan ejaan semua
benar
|
4
|
|
Kurang
dapat dipahami,pilihan kata
kurang tepat, dan
beberapa ejaan salah
|
2
|
|
Tidak mudah
dipahami,pilihan kata kurang tepat, dan
banyak ejaan
yang salah
|
1
|
|
No
|
Nama
|
Skor untuk
|
Jumlah
skor
|
Nilai
|
|
Pend
|
Pelaks
|
Kesimp
|
Tamp
|
Keterb
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
...
|
Keterangan:
© Skor maksimal = banyaknya kriteria x
skor tertinggi setiap kriteria.
© Pada contoh di atas, skor
maksimal = 5x 4= 20.
©
Format Penilaian Praktik:
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas /Semester :
V /Genap
Tahun Pelajaran :
2021/2022
Tugas :
ยช Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan
volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume
Nama peserta didik :
Kelas :
|
No ASPEKYANG DINILAI
|
Skala Penilaian
|
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Kriteria penilaian dapat
dilakukan sebagai berikut:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = kurang
1 = sangat kurang
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Foto
Diskusi Kelompok
Presentasi
hasil belajar Kelompok