Jurnal Refleksi Mingguan Ke 1 Calon Guru Penggerak Angkatan 4
Oleh : Slamet Widodo SD Negeri 1 Simo
Connection, challenge, concept, change (4C)
1) Connection:
pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup
lahiriah (kemiskinan dan kebodohan). Sedangkan pendidikan mengarah pada
memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (otonomi berpikir dan mengambil
keputusan, martabat, mentalitas demokratik). Jadi jelaslah bahwa manusia yang
merdeka adalah manusia yang hidupnya secara lahir dan batin tidak terganggu
kepada orang lain, akan tetapi ia mampu bersandar dan berdiri di atas kakinya
sendiri. Artinya sistem pendidikan itu mampu menjadikan setiap individu hidup
mandiri dan berpikir sendiri. Sistem pendidikan yang sebenarnya adalah bersifat
mengasuh, melindungi, dan meneladani. Dapat
disimpulkan bahwa Pendidikan mencakup
manusia seutuhnya, baik itu pendidikan intelektual, moralitas (nilai-nilai),
dan budi pekerti.
2)
Challenge:
Pendidik
hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Pendidik harus belajar mampu
mengakomodir semua perbedaan peserta didik dan mengembangkan peserta didik
sesuai dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Mulai lagi menyisipkan
permainan kearifan lokal dalam pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang
menyenangkan dan mengambil pesan yang terkandung dalam setiap permainan yang
dilakukan. Pendidik ibarat petani yang harus terus berjuang, merawat,
memelihara dengan baik benih – benih tanaman agar dapat tumbuh dengan subur,
dan sehat. Begitu juga dengan peserta didik.
3) Concept:
Konsep Merdeka
Belajar
Konsep ini akan
merubah sistem pengajaran yang biasanya terpaku di dalam kelas, kini dapat
memasukkan instrumen lain di luar kelas sebagai bahan ajar seperti observasi
lingkungan maupun pencarian daring. Keaktifan siswa dalam mencari ilmu baru
dari sumber yang semakin beragam diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa. Konsep
ini juga menuntut inisiatif guru sebagai
tangan pertama pemberi materi dan contoh bagi murid
Konsep Merdeka
Belajar berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila, dimana ada enam aspek yang
perlu diperhatikan.
Enam aspek dari
Profil Pelajar Pancasila harus dimiliki oleh siswa dan guru guna mencapai
tujuan Merdeka Belajar. Enam aspek Profil Pelajar Pancasila yang dirumuskan
Kemendikbud yaitu: 1) Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
Berakhlak Mulia, 2) Kreatif, 3) Gotong Royong, 4) Berkebinekaan Global, 5)
Bernalar Kritis, 6) Mandiri
4)
Change:
Mengajar dengan Kreatif
Guru yang baik
mampu menemukan metode yang tepat dalam penyampaian materi belajar. Melalui
pengajaran dengan metode yang kreatif, guru secara tidak langsung telah memberi
contoh kepada siswa untuk selalu berinovasi dalam mencari ilmu.
Mengembangkan Diri Secara Aktif
Mengembangkan diri
secara aktif berarti selalu berinovasi serta mampu berusaha sendiri dalam
meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek
Profil Pelajar Pancasila yaitu mandiri.
Menjadi Teladan dan Agen Transformasi Bagi Ekosistem
Pendidikan
menjadi teladan dan
agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. selain perubahan positif di
kelasnya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar