Sabtu, 23 Oktober 2021

Jurnal Refleksi Mingguan Ke -1 1.1.a.10.1 Calon Guru Penggerak Angkatan 4

 Jurnal Refleksi Mingguan Ke 1 Calon Guru Penggerak Angkatan 4

Oleh : Slamet Widodo SD Negeri 1 Simo

Connection, challenge, concept, change (4C)

1)    Connection:

pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan kebodohan). Sedangkan pendidikan mengarah pada memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik). Jadi jelaslah bahwa manusia yang merdeka adalah manusia yang hidupnya secara lahir dan batin tidak terganggu kepada orang lain, akan tetapi ia mampu bersandar dan berdiri di atas kakinya sendiri. Artinya sistem pendidikan itu mampu menjadikan setiap individu hidup mandiri dan berpikir sendiri. Sistem pendidikan yang sebenarnya adalah bersifat mengasuh, melindungi, dan meneladani.  Dapat  disimpulkan bahwa Pendidikan mencakup manusia seutuhnya, baik itu pendidikan intelektual, moralitas (nilai-nilai), dan budi pekerti.

 

2)      Challenge:

Pendidik hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Pendidik harus belajar mampu mengakomodir semua perbedaan peserta didik dan mengembangkan peserta didik sesuai dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Mulai lagi menyisipkan permainan kearifan lokal dalam pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengambil pesan yang terkandung dalam setiap permainan yang dilakukan. Pendidik ibarat petani yang harus terus berjuang, merawat, memelihara dengan baik benih – benih tanaman agar dapat tumbuh dengan subur, dan sehat. Begitu juga dengan peserta didik.

 

3)     Concept:

Konsep Merdeka Belajar

Konsep ini akan merubah sistem pengajaran yang biasanya terpaku di dalam kelas, kini dapat memasukkan instrumen lain di luar kelas sebagai bahan ajar seperti observasi lingkungan maupun pencarian daring. Keaktifan siswa dalam mencari ilmu baru dari sumber yang semakin beragam diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa. Konsep  ini juga menuntut inisiatif guru sebagai tangan pertama pemberi materi dan contoh bagi murid

Konsep Merdeka Belajar berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila, dimana ada enam aspek yang perlu diperhatikan.

Enam aspek dari Profil Pelajar Pancasila harus dimiliki oleh siswa dan guru guna mencapai tujuan Merdeka Belajar. Enam aspek Profil Pelajar Pancasila yang dirumuskan Kemendikbud yaitu: 1) Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, 2) Kreatif, 3) Gotong Royong, 4) Berkebinekaan Global, 5) Bernalar Kritis, 6) Mandiri

 

4)      Change:

Mengajar dengan Kreatif

Guru yang baik mampu menemukan metode yang tepat dalam penyampaian materi belajar. Melalui pengajaran dengan metode yang kreatif, guru secara tidak langsung telah memberi contoh kepada siswa untuk selalu berinovasi dalam mencari ilmu.

Mengembangkan Diri Secara Aktif

Mengembangkan diri secara aktif berarti selalu berinovasi serta mampu berusaha sendiri dalam meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek Profil Pelajar Pancasila yaitu mandiri.

Menjadi Teladan dan Agen Transformasi Bagi Ekosistem Pendidikan

menjadi teladan dan agen perubahan di dalam ekosistem pendidikan. selain perubahan positif di kelasnya sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar