Awalnya ? Saya bertanya
dalam hati karena itu baru mengetahuinya
dan harus membuatnya karena menjadi bagian dari tugas Modul 1.2. a.3 Mulai dari
Diri — Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak. Tugas yang harus saya kerjakan .
Untuk membuat
trapesium usia di atas, ada beberapa langkah yang harus saya lakukan. Pertama,
buat garis miring ke kanan atas. Ini usia sekolah. Saya terakhir bersekolah
usia 25 tahun, saat lulus D2 PGSD karena saya berhenti dulu selama 5 Th karena factor
Biaya saat itu. Kedua, tarik garis ke kanan. Ini menunjukkan usia aktif kerja
saya. Di ujung garis itu saya tulis 60 sebagai usia pensiun saya. Sementara 46
adalah usia saya sekarang. Ketiga, ingat dua peristiwa penting yang terjadi di
usia sekolah. Peristiwa tersebut bisa positif dan negatif. Hitunglah selisih
antara usia sekarang dan kedua peristiwa tersebut.
Saya berpikir untuk
apa sih trapesium ini. Ternyata ada sesuatu
hal di balik semua itu baru saya tahu setelah menjawab beberapa pertanyaan. Di antaranya:
1.
Mengapa momen yang
terjadi di masa sekolah masih dapat dirasakan dan mungkin masih dapat
memengaruhi diri Anda di masa sekarang?
2.
Menurut Anda, apa saja
peran dari seorang Guru jika dikaitkan dengan trapesium usia?
3.
Buatlah 1-2 kalimat
yang dapat menggambarkan nilai-nilai yang Anda percayai sebagai seorang Guru,
menggunakan kata-kata berikut: Guru, Murid, Belajar, Makna.
Jawaban Saya adalah
sebagai berikut :
Peristiwa Positif : Pada saat Usia saya kira – kira 11 Tahun
waktu itu duduk di kelas 5 MI ( Madrasah Ibtidaiyah / SD ). Waktu itu saya sangat
senang sekali karena bisa terpiih untuk mewakili Lomba POPDA cabang Bulu
Tangkis, dengan perjuangan yang sangat keras, saya bisa mengalahkan teman –
teman saya bahkan kakak kelas 6 saya. Saya sangat terharu dan ingat sekali
karena itu untuk menyalurkan hobi saya. Meskipun pada saat lomba saya kalah di
semifinal, saya kalah usia , lawan saya
jauh lebih tua dan lebih bagus. saya tetap bangga bisa membawa nama baik sekolah
saya meskipun kalah di semifinal.
Peristiwa negatif terjadi ketika saya masih duduk di kelas 5
Juga , saat itu bapak guru mengadakan / pihak sekolah mengadakan seleksi Lomba
menyanyi dan membaca puisi. Saat itu saya sangat malu sekali karena diteriaki
oleh semua orang saat mengikuti seleksi bernyanyi , dikarenakan memang suara
saya juga amboradul / Fals sampai saat ini saya masih ingat kejadian itu karena
teriakan dan dibuli teman waktu itu.
Mengapa saya bisa
mengingat dengan jelas kedua peristiwa di atas?
Meskipun sudah sampai 46 tahun yang lalu, saya masih
mengingat dengan jelas peristiwa tersebut karena keduanya sangat bermakna.
Memberi kesan yang dalam. Peristiwa yang mengesankan baik positif maupun
negatif akan mendapatkan tempat tersendiri dalam pikiran kita dibanding dengan
peristiwa yang biasa-biasa saja. Nah, ketika saya mendapat pertanyaan itu ,
saya temukan peristiwa positif dan negatif di sepanjang usia sekolah, radar di
otak saya langsung menuju dua peristiwa di atas karena mereka benar-benar
bermakna.
Lalu, apa saja
peran guru terkait trapesium di atas? Pepatah mengatakan pengalaman
adalah guru terbaik. Dan itu benar adanya. Pengalaman akan membentuk kedewasaan
seseorang. Guru yang kaya akan pengalaman tentu akan mempunyai prior
knowledge–pengetahuan awal yang lebih banyak dibanding mereka yang miskin
pengalaman.
Pengalaman inilah yang
akan digunakan guru ketika berhadapan dengan siswa. Bagaimana seharusnya ia
bersikap jika berhadapan dengan siswa A misalnya. Tentunya berbeda ketika
menghadapi siswa B. Mengapa demikian? Karena setiap individu itu unik dan beda.
Saya, tentu saja
meneladani Pak Mucharim guru saya sat peristiwa itu, beliau sangat bijak
menangani pada kasus itu. Dan beliau mampu membangkitkan motivasi seorang siswa dalam
beraktivitas di sekolahnya.
Di kasus kedua, saya
tidak akan mencontoh apa yang dilakukan teman- teman saat itu, karena kejadian itu menyebabkan saya down dan
beban mental.
Untuk menutup tulisan
ini saya akan menjawab tantangan di pertanyaan ketika yaitu membuat 1-2 kalimat
yang mengandung kata Guru-belajar-murid-makna.
Guru adalah profesi
yang mulia, pewaris para Nabi. Dengan demikian, ia harus mewariskan hal-hal
positif bagi para murid dalam belajar agar pembelajaran yang mereka peroleh
benar-benar bermakna sepanjang hayat.karena itu juga ilmu yang diberikan guru akan mambawa pahala
meskipun sudah meninggal dunia.
Harapan semoga kita
semua sebagai guru bisa membawa siswa kita jawan yang lebih baik sesuai apa
yang mereka inginkan , salam hormat – Guru Hebat …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar