Rabu, 03 November 2021

1.2.a.3. Mulai dari diri - Nilai dan Peran Guru Penggerak

Awalnya ? Saya bertanya dalam hati karena itu  baru mengetahuinya dan harus membuatnya karena menjadi bagian dari tugas Modul 1.2. a.3 Mulai dari Diri — Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak. Tugas yang harus saya kerjakan .

Untuk membuat trapesium usia di atas, ada beberapa langkah yang harus saya lakukan. Pertama, buat garis miring ke kanan atas. Ini usia sekolah. Saya terakhir bersekolah usia 25 tahun, saat lulus D2 PGSD karena saya berhenti dulu selama 5 Th karena factor Biaya saat itu. Kedua, tarik garis ke kanan. Ini menunjukkan usia aktif kerja saya. Di ujung garis itu saya tulis 60 sebagai usia pensiun saya. Sementara 46 adalah usia saya sekarang. Ketiga, ingat dua peristiwa penting yang terjadi di usia sekolah. Peristiwa tersebut bisa positif dan negatif. Hitunglah selisih antara usia sekarang dan kedua peristiwa tersebut.

Saya berpikir untuk apa sih trapesium ini. Ternyata  ada sesuatu hal di balik semua itu baru saya tahu setelah  menjawab beberapa pertanyaan. Di antaranya:

1.         Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat dirasakan dan mungkin masih dapat memengaruhi diri Anda di masa sekarang?

2.         Menurut Anda, apa saja peran dari seorang Guru jika dikaitkan dengan trapesium usia?

3.         Buatlah 1-2 kalimat yang dapat menggambarkan nilai-nilai yang Anda percayai sebagai seorang Guru, menggunakan kata-kata berikut: Guru, Murid, Belajar, Makna.

Jawaban Saya adalah sebagai berikut :

Peristiwa Positif : Pada saat Usia saya kira – kira 11 Tahun waktu itu duduk di kelas 5 MI ( Madrasah Ibtidaiyah / SD ). Waktu itu saya sangat senang sekali karena bisa terpiih untuk mewakili Lomba POPDA cabang Bulu Tangkis, dengan perjuangan yang sangat keras, saya bisa mengalahkan teman – teman saya bahkan kakak kelas 6 saya. Saya sangat terharu dan ingat sekali karena itu untuk menyalurkan hobi saya. Meskipun pada saat lomba saya kalah di semifinal, saya kalah  usia , lawan saya jauh lebih tua dan lebih bagus. saya tetap bangga bisa membawa nama baik sekolah saya meskipun kalah di semifinal.

Peristiwa negatif terjadi ketika saya masih duduk di kelas 5 Juga , saat itu bapak guru mengadakan / pihak sekolah mengadakan seleksi Lomba menyanyi dan membaca puisi. Saat itu saya sangat malu sekali karena diteriaki oleh semua orang saat mengikuti seleksi bernyanyi , dikarenakan memang suara saya juga amboradul / Fals sampai saat ini saya masih ingat kejadian itu karena teriakan dan dibuli teman waktu itu.

Mengapa saya bisa mengingat dengan jelas kedua peristiwa di atas?

Meskipun sudah  sampai 46 tahun yang lalu, saya masih mengingat dengan jelas peristiwa tersebut karena keduanya sangat bermakna. Memberi kesan yang dalam. Peristiwa yang mengesankan baik positif maupun negatif akan mendapatkan tempat tersendiri dalam pikiran kita dibanding dengan peristiwa yang biasa-biasa saja. Nah, ketika saya mendapat pertanyaan itu , saya temukan peristiwa positif dan negatif di sepanjang usia sekolah, radar di otak saya langsung menuju dua peristiwa di atas karena mereka benar-benar bermakna.

Lalu, apa saja peran  guru terkait trapesium di atas? Pepatah mengatakan pengalaman adalah guru terbaik. Dan itu benar adanya. Pengalaman akan membentuk kedewasaan seseorang. Guru yang kaya akan pengalaman tentu akan mempunyai prior knowledge–pengetahuan awal yang lebih banyak dibanding mereka yang miskin pengalaman.

Pengalaman inilah yang akan digunakan guru ketika berhadapan dengan siswa. Bagaimana seharusnya ia bersikap jika berhadapan dengan siswa A misalnya. Tentunya berbeda ketika menghadapi siswa B. Mengapa demikian? Karena setiap individu itu unik dan beda.

Saya, tentu saja meneladani Pak Mucharim guru saya sat peristiwa itu, beliau sangat bijak menangani  pada kasus itu. Dan beliau  mampu membangkitkan motivasi seorang siswa dalam beraktivitas di sekolahnya.

Di kasus kedua, saya tidak akan mencontoh apa yang dilakukan teman- teman saat itu,  karena kejadian itu menyebabkan saya down dan beban mental.

Untuk menutup tulisan ini saya akan menjawab tantangan di pertanyaan ketika yaitu membuat 1-2 kalimat yang mengandung kata Guru-belajar-murid-makna.

Guru adalah profesi yang mulia, pewaris para Nabi. Dengan demikian, ia harus mewariskan hal-hal positif bagi para murid dalam belajar agar pembelajaran yang mereka peroleh benar-benar bermakna sepanjang hayat.karena itu juga ilmu yang diberikan guru akan mambawa pahala meskipun sudah meninggal dunia.

Harapan semoga kita semua sebagai guru bisa membawa siswa kita jawan yang lebih baik sesuai apa yang mereka inginkan , salam hormat – Guru Hebat …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar