Disusun Oleh : SLAMET WIDODO,S.Pd
CGP Angkatan 4 Kab. Boyolali
Pengajar Praktik : Bapak Dian Perdana Sulistya Rosid
Fasilitator : Bapak Wahyu Jatmiko
Guru penggerak adalah agen
transformasi pendidikan menuju ke arah yang lebih baik dan berlandaskan pada
filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Untuk dapat menuntun siswa mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya ada beberapa hal yang harus
dilakukan oleh guru penggerak diantaranya yaitu menuntun siswa dalam
pembelajaran. Menurut filosofi KHD seorang Guru penggerak adalah bagaikan
petani dalam merawat tanamannya dengan penuh kasih sayang, menghamba pada sang
anak, memahami kodrat anak (kodrat alam dan kodrat zaman), memperbaiki laku
siswa agar selaras antara budi dan pekertinya, menjadikan siswa sebagai manusia
yang merdeka.Pendidikan adalah usaha untuk menuntun segala kekuatan kodrat
yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setingi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
Selain melakukan hal- hal di atas seorang guru penggerak harus
memiliki 4 kompetensi wajib yaitu
- Memimpin
pembelajaran
2. Mengembangkan diri dan
orang lain
- Memimpin pengembangan sekolah
- Memimpin manajemen sekolah
Disamping kompetensi yang harus dimiliki , ada lagi
hal yang harus dijalankan yaitu peran
guru penggerak. lima peran
tersebut adalah :
- Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem
pendidikan di sekolah.
- Menggerakkan komunitas praktisi, hal ini dapat dilakukan
melalui KKG / MGMP
- Mendorong kolaborasi antar guru, Dengan melakukan kolaborasi antar guru,
proses perbaikan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Seperti
sebuah ungkapan, bahwa pekerjaan akan lebih ringan jika ditanggung
bersama-sama. Selain dapat membantu dalam kegiatan observasi pembelajaran,
bentuk kolaborasi juga dapat dilakukan oleh guru, di mana dalam kolaborasi
ini guru berperan aktif dalam memberikan tips atau saran yang bisa
meningkatkan mutu pembelajaran.
4.Menjadi coach bagi guru lain, Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain
terkait pengembangan pembelajaran di sekolah
5.Mewujudkan kepemimpinan murid. di dalam pembelajaran dan
pengembangan sekolahnya yaitu sebagai berikut. Berkolaborasi dengan orangtua dan komunitas untuk mengembangkan
sekolah dan kepemimpinan murid.
Guru penggerak juga memiliki nilai-nilai yang harus selalu
diterapkan agar dapat menjadi teladan
bagi rekan guru dan juga komunitasnya. Nilai-nilai tersebut antara lain yaitu.
- Mandiri yaitu dengan memberi motivasi untuk diri sendiri sehingga melakukan sesuatu yang baik dan untuk perkembangan diri tidak harus menunggu perintah dari atasan maupun orang lain
- Reflektif yaitu dapat mengetahui kekurangan- kekurangan sehingga terjadi perubahan kearah yang lebih baik.
- Kolaboratif yaitu dapat diwujudkan dengan bekerja sama bersama rekan guru serta mengajak dan memberikan kesempatan kepada rekan guru untuk memberi saran demi perubahan yang lebih baik.
- Inovatif yaitu dengan berinovasi dengan hal- hal yang baru, dengan mempelajari serta mendalami materi dengan orang- orang berkompeten dengan materi tersebut.
- Berpihak
pada murid artinya segala kegiatan
yang kita lakukan adalah tujuannya untuk murid bukan untuk kepentingan
kita ataupun kepentingan orang lain.
Pola pikir yang harus
dimiliki seorang guru penggerak dalam melaksanakan tindakannya yaitu ada dua
pola pikir yaitu pola pikir cepat dan pola pikir lambat.
- Pola Pikir Cepat (Thinking
Fast) - Bagian batang otak & sistem limbik 'diprogram' untuk
mengonversikan energi (auto-pilot atau otomatisasi) > kecenderungan
alamiah. Jalur: Aksi > Reaksi.
- Pola Pikir Lambat (Thinking
Slow) - Untuk berpikir strategis, kreatif, metakognitif > merupakan
kekuatan yang juga sekaligus merupakan masalah > memakan banyak energi.
Jalur: Aksi > Reaksi > Respon (pilihan-putusan sadar).
Strategi yang harus dilakukan guna mewujudkan nilai – nilai guru penggerak antara lain :
1. Aktif melakukan perubahan – perubahan dalam berinovasi dan berani mengambil resiko,
2. bangun ruang kolaborasi dengan teman – teman guru/ rekan sejawat yang lain,
3. Perbanyak berdikusi dan merefleksi diri agar kita mampu berinovasi.
4. Memperbanyak belajar membangun kemampuan sehingga mampu merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan diri, memotivasi diri dan melakukan evaluasi.
muantep pak slamet....
BalasHapus