Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran
SLAMET
WIDODO,S.Pd
SD NEGERI 1 SIMO
CGP ANGKATAN 4
KABUPATEN BOYOLALI
Assalaamu’alaikum wrwb.
Alhamdulillah, Puji syukur admin panjatkan ke Hadirat
Allah SWT, atas segala nikmat sehat yang luar biasa yang diberikan untuk
ummatnya, sehingga sampai saat ini bisa melaksanakan kewajiban Puasa Bulan
Ramadhan yang membawa berkah ini. Tak lupa dengan nikmat sehat ini admin tetap
bisa melaksanakan tugas sebagai guru penggerak.
Model 8: Model Driscoll
Minggu Ini admin melaksanakan aktivitas pembelajaran baru yaitu mulai
mempelajari modul 3.1 pengambilan keputusan. Sebagai aktivitasnya adalah mulai
dari diri sendiri dan Eksplorasi konsep mandiri
Jurnal Kali ini menggunakan model Driscoll.
1. WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang
terjadi)
CGP membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan
bujukan moral/moral temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4
paradigma, baik dilema yang dihadapi orang lain maupun diri sendiri. Dalam
Pembelajaran Eksplorasi konsep, CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP
mengambil sebuah keputusan sulit. Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan
dilema etika atau bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan
keduanya, CGP mempelajari jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan
keputusan dengan terlebih dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan
nilai yang merupakan dilema etika dan bujukan moral.
Aktivitas lainnya CGP sebagai pemimpin pembelajaran
memahami dan memilih 1 dari 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yang memuat
unsur dilema etika. Ada 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yaitu : Berpikir
Berbasis Hasil Akhir, Berpikir Berbasis Peraturan, dan Berpikir Berbasis Rasa
Peduli. Di eksplorasi konsep selanjutnya CGP menerapkan 9 langkah pengambilan
dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang hadapi dan bersikap reflektif,
kritis, dan kreatif.
2. SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang
terjadi)
Setelah menyelesaikan seluruh aktivitas banyak yang didapat oleh saya. Bahwa dalam
pengambilan keputusan haruslah benar-benar teliti, cermat dan hati-hati.
Pikiran fokus tidak mengambil keputusan secara terburu-buru bahkan sudah dibuat
keputusan pun harus tetap merefleksi kembali apakah keputusan yang kita ambil
sudah benar-benar mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat atau tidak.
Cara yang kita ambil dalam mengambil keputusan adalah dengan 9 langkah pengujian
pengambilan keputusan.
3. NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)
saya akan coba mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan terhadap setiap kasus yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari khususnya di sekolah. langkah-langkah ini merupakan salah satu
upaya yang diambil untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan ideal
sebagai imbas dari pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan kemungkinan/resiko
yang muncul akibat dari ketidaktepatan keputusan pun dapat diminimalisir. Dalam
pengambilan keputusan yang benar-benar tepat dapat diperoleh dari
melibat-aktifkan seluruh warga sekolah khusus komunitas praktisi. Keputusan
yang diambil dari melibatkan seluruh elemen di sekolah akan mampu mengakomodir
seluruh kepentingan, harapan dan keinginan semua pihak. Selanjutnya saya akan
coba mensosialisasikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait materi
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di instansi tempat saya
bekerja sehingga semua pihak terlibat dapat bergerak bersinergis mengambil
keputusan yang tepat yang memberikan kemanfaatan bagi semua pihak.
Guru hebat pendidikan maju
Wassalamualaikum wrwb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar