Rabu, 16 Maret 2022

2.2.a.9. KONEKSI ANTAR MATERI-PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

 

DISUSUN OLEH 
Slamet Widodo,S.Pd SD Negeri 1 Simo Kab. Boyolali 

" Kreativitas adalah tentang membuat hubungan antara satu hal dengan hal lainnya. Ketika anda bertanya pada orang-orang kreatif bagaimana mereka melakukan sesuatu, mereka merasa sedikit bersalah karena mereka tidak benar-benar melakukannya. Mereka hanya menemukan sesuatu yang kemudian menjadi jelas bagi mereka. Yang mereka lakukan adalah melihat hubungan antara berbagai pengalaman dan merumuskan hal baru ".
-Steve Jobs-

Pengantar  Materi

Guru profesional adalah seseorang yang bertanggung jawab, dan seringkali melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu sehingga membuat  konsentrasi menurun tajam, menjadi tidak sabar dalam menghadapi murid-murid yang beragam karakteristiknya,  kurang sabar saat berkomunikasi dengan orangtua murid, sering melupakan satu tanggung jawab karena fokus ditanggungjawab yang lainnya. jika tidak diimbangi dengan perkembangan sosial dan emosi  akan berpengaruh besar pada kehidupan murid dimasa mendatang. oleh karena itu PSE menjadi sangat penting bagi guru dan murid untuk dioptimalkan pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran sosial emosional merupakan pembelajaran tentang keterampilan  yang dibutuhkan murid-murid untuk dapat bertahan ketika menghadapi masalah dan mampu menyelesaikan masalahnya tersebut. 

well being akan tercipta di dalam kelas, antara guru, murid, dan sekolah , jika 3 komponen  kebutuhan belajar murid terpenuhi,. Murid  akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).

Jika kebutuhan belajar murid dan kesiapan sosial-emosionalnya tidak diabaikan, maka . 

well being adalah kondisi dimana individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya. 

 

Wellbeing yang optimum memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk :

  • Kesehatan fisik dan mental yang lebih baik
  • Memiliki ketangguhan (daya lenting/resiliensi) dalam menghadapi stress
  • Terlibat dalam perilaku sosial yang lebih bertanggung jawab
  • Mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi

·         Keterkaitan materi PSE dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

"Pembelajaran Berdiferensiasi VS Pembelajaran Sosial-Emosional >>>> Well Being"

Pembelajaran  berdiferensiasi, yaitu serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Dukungan di sini bisa berupa kesiapan sosial emosional mereka untuk mengikuti pembelajaran, serta bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar mereka.

Anak belajar saat hati mereka terbuka, terhubung dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan. Belajar adalah anugerah. Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan kondisi yang mengizinkan semua anak mengakses anugerah tersebut. Saat Kompetensi Sosial-Emosional (KSE) murid berkembang, maka aspek akademik merekapun berkembang.

 

Pembelajaran sosial emosional bersifat kolaboratif, dapat terjadi apabila ada kerjasama antar  seluruh komunitas sekolah serta mencakup tiga ruang lingkup yakni Rutin, Terintegrasi dalam pembelajaran, dan protokol. Pembelajaran sosial emosional  dapat menyeimbangkan individu dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan setiap individu.  Pembelajaran sosial emosional memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah :

1.             Memberikan pemahaman, penghayatan, dan kemampuan              mengelola emosi

2.            Menetapkan dan mencapai  tujuan positif

3.            Merasakan dan menunjukan empati kepada orang lain

4.           Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif

5.            Membuat keputusan yang bertanggung jawab

Berdasarkan pengertian dan tujuan tersebut maka telah dikembangkan pembelajaran sosial  yang berbasiskan kesadaran penuh (Mindfullness-Based Social Emotional Learning).  Pada PSE berbasis Mindfullness ada 5 kompetensi sosial dan emosional yang dikembangkan


Gambar tersebut  diadaptasi dari gambar yang dibuat oleh K. Fort-Catanese (dalam Hawkins, 2017). Pada gambar 1 tampak pembelajaran berbasis kesadaran penuh ini  dapat mewujudkan kesejahteraan (well-being)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar