DISUSUN OLEH Slamet Widodo,S.Pd SD Negeri 1 Simo Kab. Boyolali
" Kreativitas adalah
tentang membuat hubungan antara satu hal dengan hal lainnya. Ketika anda
bertanya pada orang-orang kreatif bagaimana mereka melakukan sesuatu, mereka
merasa sedikit bersalah karena mereka tidak benar-benar melakukannya. Mereka
hanya menemukan sesuatu yang kemudian menjadi jelas bagi mereka. Yang mereka
lakukan adalah melihat hubungan antara berbagai pengalaman dan merumuskan hal
baru ".
-Steve Jobs-
Pengantar Materi
Guru profesional adalah seseorang yang bertanggung jawab, dan seringkali melakukan banyak pekerjaan dalam satu
waktu sehingga membuat konsentrasi menurun tajam, menjadi tidak sabar
dalam menghadapi murid-murid yang beragam karakteristiknya, kurang sabar
saat berkomunikasi dengan orangtua murid, sering melupakan satu tanggung jawab
karena fokus ditanggungjawab yang lainnya. jika tidak diimbangi dengan
perkembangan sosial dan emosi akan berpengaruh besar pada kehidupan murid
dimasa mendatang. oleh karena itu PSE menjadi sangat penting bagi guru dan
murid untuk dioptimalkan pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran.
“ Pembelajaran
sosial emosional merupakan pembelajaran tentang keterampilan yang
dibutuhkan murid-murid untuk dapat bertahan ketika menghadapi masalah dan mampu
menyelesaikan masalahnya tersebut. “
well being akan tercipta di
dalam kelas, antara guru, murid, dan sekolah , jika 3 komponen kebutuhan
belajar murid terpenuhi,. Murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika
tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka
miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang
murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka
untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).
Jika kebutuhan
belajar murid dan kesiapan sosial-emosionalnya tidak diabaikan, maka .
well being adalah kondisi dimana
individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain,
dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi
kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik,
memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna serta berusaha
mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.
Wellbeing yang optimum
memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk :
- Kesehatan fisik dan mental
yang lebih baik
- Memiliki ketangguhan (daya
lenting/resiliensi) dalam menghadapi stress
- Terlibat dalam perilaku
sosial yang lebih bertanggung jawab
- Mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi
· Keterkaitan materi PSE dengan Pembelajaran Berdiferensiasi
"Pembelajaran Berdiferensiasi VS
Pembelajaran Sosial-Emosional >>>> Well Being"
Pembelajaran berdiferensiasi, yaitu serangkaian keputusan
masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada
kebutuhan murid. Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang
“mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan
belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu
bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Dukungan di
sini bisa berupa kesiapan sosial emosional mereka untuk mengikuti pembelajaran,
serta bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar mereka.
Anak belajar saat hati mereka terbuka,
terhubung dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan. Belajar adalah
anugerah. Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan kondisi yang
mengizinkan semua anak mengakses anugerah tersebut. Saat Kompetensi
Sosial-Emosional (KSE) murid berkembang, maka aspek akademik merekapun
berkembang.
Pembelajaran
sosial emosional bersifat kolaboratif, dapat terjadi apabila ada kerjasama
antar seluruh komunitas sekolah serta mencakup tiga ruang lingkup
yakni Rutin, Terintegrasi dalam pembelajaran, dan protokol.
Pembelajaran sosial emosional dapat menyeimbangkan individu dan
mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan setiap individu. Pembelajaran
sosial emosional memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah :
1.
Memberikan
pemahaman, penghayatan, dan kemampuan mengelola emosi
2.
Menetapkan
dan mencapai tujuan positif
3.
Merasakan
dan menunjukan empati kepada orang lain
4.
Membangun
dan mempertahankan hubungan yang positif
5.
Membuat
keputusan yang bertanggung jawab
Berdasarkan pengertian dan tujuan tersebut maka telah dikembangkan pembelajaran sosial yang berbasiskan kesadaran penuh (Mindfullness-Based Social Emotional Learning). Pada PSE berbasis Mindfullness ada 5 kompetensi sosial dan emosional yang dikembangkan
Gambar
tersebut diadaptasi dari gambar yang dibuat oleh K. Fort-Catanese (dalam
Hawkins, 2017). Pada gambar 1 tampak pembelajaran berbasis kesadaran penuh
ini dapat mewujudkan kesejahteraan (well-being)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar