Oleh : Slamet Widodo,S.Pd
PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK
PADA MURID
“GLS (
Gerakan Literasi Sekolah )”
Di SD Negeri
1 Simo Kab.Boyolali
A. PERISTIWA ( FACT )
1. LATAR BELAKANG
Dalam filosofinya : Ki Hajar
Dewantara mengemukakan bahwa anak-anak hidup
dan tumbuh sesuai kodratnya. Ibarat murid adalah benih tanaman dan guru ibarat petani. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu,
sehingga guru harus mampu melihat bakat, minat, kreatifitas anak dan apa yang
dibutuhkan anak di dalam pembelajaran sehingga guru bisa mengemas pembelajaran
di kelas atau di luar kelas dengan berpusat dan berdampak pada anak murid.
keterampilan abad 21 yang berfokus kepada student center,
merupakan Salah satu program sekolah yang dibuat berdasarkan analisis
kebutuhan murid dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar zaman sekarang yaitu
yang sejalan dengan keterampilan ini adalah program literasi. Atau yang saya sebut Gerakan Literasi Sekolah ( GLS ).
Pembiasaan literasi kepada murid maka akan memiliki dampak yang
luar biasa untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan murid dalam berfikir
kritis, berkebhinekaan global, mandiri serta kreatif dalam berkarya.
2. ALASAN
MELAKUKAN AKSI NYATA
Minat baca murid sangat rendah dan
membawa dampak pada pembelajaran. Salah satu faktor karena kecanggihan
teknologi. Mereka lebih cenderung main gadget, permainan membuat budaya
baca semakin menurun. Sekolah sebagai
tempat menimba ilmu pengetahuan bukan hanya dari pengetahuan umum, diharapkan
juga untuk pengetahuan keagamaan, atau pengetahuan yang lainnya,. Selain itu, siswa cenderung
bertanya sebelum membaca, padahal hal yang ditanyakan sudah diberikan informasi
secara lengkap. Minat siswa dalam hal membaca perlu ditingkatkan. Karena
literasi merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki siswa pada abad 21
dan natinya akan diujikan dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) atau ANBK. oleh karena itu sekolah ingin meningkatkan budaya literasi di sekolah,
melalui Program GLS
3. TUJUAN
Adapun tujuan dari program literasi antara lain:
- mewujudkan prestasi terutama mewujudkan dalam bidang IMTAK dengan
memanfaatkan IPTEK.
- menciptakan budaya membaca di sekolah.
- meningkatkan pengetahuan dan wawasan
dengan membaca berbagai macam informasi yang bermanfaat.
- meningkatkan kepahaman seseorang terhadap
suatu bacaan.
- membuat seseorang bisa berfikir kritis dan
kreatif dalam berkarya.
4. DESKRIPSI AKSI
NYATA YANG DILAKUKAN
Aksi nyata yang dilakukan adalah “Meningkatkan minat, wawasan,
dan mengubah pola pikir murid melalui program literasi” sebagai bentuk
implementasi aksi nyata modul 3.3 Pengelolaan Program yang berdampak pada
murid. Salah satu pendekatan berbasis kekuatan yaitu Inkuiri Apresiatif dengan
tahapan BAGJA supaya dapat menemukan data yang valid. Adapun langkah-langkah
atau tahapan BAGJA atau 5D sebagai berikut:
Tahapan BAGJA
B-uat Pertanyaan
Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran
hal-hal yang akan kita lakukan
Bagaimana meningkatkan minat baca, wawasan dan mengubah pola
pikir peserta didik?
A-mbil Pelajaran
Ceritakan dan tuliskan pengalaman/ kegiatan baik, prestasi yang
pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (budaya literasi di
sekolah). Sekolah sudah menyediakan buku-buku berbagai macam di perpustakaan untuk keperluan belajar dan menumbuh kembangkan
budaya literasi
G-ali Mimpi
Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik
bahasan:
Perubahan apa saja yang diharapkan setelah peserta didik
mengembangkan budaya literasi
Hal-hal apa saja yang mendukung program tersebut untuk tetap
berjalan?
Peserta didik yang berwawasan luas, cerdas dan berkarakter,
mengisi waktunya dengan membaca.
Semua komponen sekolah mendukung dan memfasilitasi tumbuh kembangnya budaya literasi
J-abarkan Rencana
Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik
bahasan:
Perubahan apa saja yang diharapkan setelah peserta didik
mengembangkan budaya literasi?
Hal-hal apa saja yang mendukung program tersebut untuk tetap
berjalan?
Peserta didik membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran
dimulai.
Siswa menceritakan kembali kepada teman sebangku apa yang
dibacanya.
Guru mengawasi dan membimbing murid dalam melakukan kegiatan
literasi.
Guru mengubah teknik literasi bila masih ada murid yang belum
memahami apa yang dibacanya
A-tur Eksekusi
Menentukan tim inti program:
Siapa penanggung jawab pelaksanaan program?
Siapa yang melaksanakan program ini?
Kapan program ini dilaksanakan?
Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi),
Kepala Sekolah: sebagai penanggung jawab program
Pengarah kegiatan : Guru kelas dibantu guru mupel
Ketua pelaksana : Guru kelas
Pelaksana: seluruh warga sekolah SDN 1 Simo
Direncanakan mulai bulan Pertengahan Bulan Juni sampai pertengahan Bulan Juli 2022
Laporan: kegiatan murid dilengkapi dengan foto kegiatan.
Pelaporan kepada penanggung jawab secara rutin sebagai alat kontrol terhadap keberhasilan program dan sebulan sekali dilakukan evaluasi yang berkelanjutan.
HASIL DARI AKSI NYATA
Gambaran Umum Program
Program Literasi adalah bentuk program dalam mewujudkan karakter
profil pelajar Pancasila
( berfikir kritis, mandiri, kreatif, dan gotong royong) yang
sejalan dengan visi sekolah yaitu Luhur dalam
Budi Pekerti, Unggul dalam Prestasi, Peduli Lingkungan serta beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Waktu Pelaksanaan Program
Sebelum kegiatan belajar mengajar antara jam 07.00 – 07.15 WIB
Strategi Pelaksanaan Program
Program ini dijalankan bukan hanya oleh murid tetapi semua warga
sekolah dengan peran guru sebagai posisi kontrol dalam pelaksanaan program.
Faktor Pendukung dan Penghambat Program
Faktor Pendukung pelaksanaan program adalah kolaborasi dengan
semua warga sekolah dalam mendukung keterlaksanaan program sesuai dengan
tujuan.
Faktor Penghambat program berupa kesadaran diri dan tanggung
jawab masih kurang.
Semua pihak sekolah berkolaborasi dengan baik dengan menjalankan
peran masing-masing dalam program literasi demi tercapainya tujuan program.
B. PERASAAN
( FEELINGS )
Perasaan saya saat menjalankan aksi nyata adalah senang karena
saya mengaktifkan kembali kegiatan literasi di sekolah yang telah lama vakum.
Begitu juga dengan minat, wawasan dan pola pikir murid sudah mulai berkembang.
Tetapi perasaan lain yang sering muncul adalah kekhawatiran akan berbagai
reseko yang akan dialami ke depannya karena kondisi pandemi saat ini sehingga
hal tersebut akan mengganggu progres tujuan dari program tersebut.
C. PEMBELAJARAN
( FINDINGS )
Pembelajaran yang diperoleh dari aksi nyata adalah murid
memerlukan dukungan untuk meningkatkan minat, wawasan dan perubahan pola pikir
mereka karena kondisi saat ini merupakan dampak negatif dari gadget sehingga
minat baca mereka rendah.
Begitupun dengan dukungan sekolah dan peran guru serta orang tua
sangat penting sekali untuk menumbuhkan motivasi instrinsik literasi pada
murid.
D PENERAPAN KE
DEPAN ( FUTURE )
Program Literasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bukan hanya pada lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar sehingga budaya literasi sekolah bisa terwujud dan mampu melahirkan generasi yang memiliki keterampilan abad 21.
REFLEKSI DAN EVALUASI
REFLEKSI
- Diperlukan komunikasi dengan orang tua
siswa terkait program Literasi
- Berkolaborasi dengan orang tua siswa untuk
memantau anak-anak dalam membiasakan kegiatan Literasi di rumah.
- Melakukan coaching pada siswa yang kurang
minat membaca
EVALUASI.
- Melakukan coaching kepada siswa yang
kurang minat baca atau literasinya dikategorikan rendah karena bermain gadget.
- Mendampingi murid dalam menjalankan posisi
kontrol guru supaya program ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal.
- Mengarahkan orang tua murid memantau
anak-anaknya dalam membiasakan berliterasi.
Foto Penyampaian Program Aksi Nyata Gerakan Literasi Sekolah ke KS












Tidak ada komentar:
Posting Komentar