Modul 2.1.a.9 Koneksi Antar Materi
Disusun oleh : Slamet Widodo,S.Pd
CGP Angkatan 4 Kabupaten Boyolali
Pendamping Praktik : Bapak Dian Perdana
Sulistya Rosid
Fasilitator : Bapak Wahyu Jatmiko
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Assalaamu’alaikum Wrwb.
Segala puji syukur hanya kepada Allah
SWT, atas segala nikmat sehat dan nikmat sempat yang diberikan kepada kita
semua.
Salam Guru Penggerak : Tergerak,
bergerak dan menggerakkan. Shobat guru penggerak semua pada sesi 2.1.a.9 Koneksi
antar materi kali ini admin membuat alternatif tulisan yang dapat menjadi referensi
dalam membuat Koneksi Antar Materi Modul 2.1 dan kesimpulan yang berhubungan dengan
pembelajaran Berdiferiensi.
Sebagai pertanyaan Pemantik untuk sesi
pembelajaran ini adalah:
- Apakah saya mengubah pemikiran
saya sebagai akibat dari apa telah saya pelajari?
- Bagaimana perubahan
pemikiran tersebut berkontribusi terhadap pemahaman saya tentang
implementasi pembelajaran berdiferensiasi?
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis oleh guru ( RPP ) agar mampu mengakomodir seluruh kebutuhan murid yang berbeda di dalam kelas atau lingkungan belajar.Guru harus tahu bahwasiswa di kelas memiliki keberagaman gaya belajar , minat belajar tersendiri karena sejatinya setiap murid memiliki keunikannya masing-masing. Sesuai dengan
Filosofi Pemikiran KHD
- Pendidikan harus menuntun anak mencapai kodratnya
karena setiap anak adalah pribadi yang berbeda dan memiliki
keunikannya masing-masing yang harus ditumbuh kembangkan sesuai dengan
potensinya.
- Guru harus menjadi sosok pamong yang memberi
arahan dan menuntun agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan
dirinya.
Dengan keunikan tersebut, guru sebagai pendidik bertindak
sebagai fasilitator dalam memahamkan materi kepada murid dan memfasilitasi agar
semua murid mampu memproses ide atau informasi yang diperolehnya serta mampu
mengembangkan suatu produk sesuai dengan kemampuan muridnya masing-masing.
Untuk itu, pada pembelajaran berdiferensiasi, perlu persiapan atau strategi
pembelajaran yang tepat dari guru baik meliputi diferensiasi konten, diferensiasi
proses dan diferensiasi produk dengan mengacu pada aspek pemetaan kebutuhan
belajar murid.
Dasar pemetaan kebutuhan belajar murid dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi meliputi tiga hal, yaitu:
1. Kesiapan Belajar Murid ((readiness)
Sebelum mempelajari materi atau topik, guru perlu memetakan kebutuhan murid. Dalam hal ini, guru harus mendiagnosa kesiapan belajar murid. Misalnya, pada diferensiasi konten, ada murid yang sudah siap mempelajari materi yang di dalamnya terdapat masalah berupa tantangan atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Ada juga murid yang mungkin masih perlu mempelajari hal-hal yang mendasar dalam memahami materi. Tentunya, perbedaan kognitif dari murid membantu guru untuk mempersiapkan bahan ajar, cara atau strategi yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut dalam pembelajaran. Jumlah bantuan atau dukungan yang diberikan guru kepada murid menyesuaikan dengan tingkat kesiapan belajar murid itu sendiri.
2. Minat Belajar Murid
Hal lain yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru perlu memetakan murid berdasarkan minat belajarnya. Sebagai contoh, ada murid yang senang belajar seni, olah raga, sains atau bidang-bidang tertentu. Dalam hal ini, guru harus siap untuk memfasilitasi kebutuhan murid tersebut. Guru dapat memberikan pilihan kepada muridnya untuk belajar sesuai dengan minatnya, misalnya dalam menghasilkan produk. Dalam diferensiasi produk, murid menghasilkan produk sebagai bentuk pencapaian tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat belajar murid masing-masing. Murid diberikan kebebasan dalam belajar. Murid bebas menghasilkan produk baik berupa teks atau tulisan seperti artikel, narasi, karangan atau bentuk produk lain yang sesuai minat belajarnya seperti audio, video, poster, mind mapping dan lainnya baik secara individu maupun secara berkelompok selama produk tersebut merujuk pada indikator atau standarisasi minimum penilaian.
3. Profil Belajar Murid
Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan profil belajar murid
lebih kepada bagaimana murid belajar sesuai dengan gaya belajarnya yang beragam
atau bervariasi. Misalnya pada diferensiasi proses, untuk murid yang memiliki
gaya belajar visual maka pada proses pembelajaran guru dapat memberikan materi
dengan menggunakan media berupa gambar-gambar, tampilan slide power
point, grafik dan sebagainya yang membantu murid dalam belajar dan
mengaitkan konsep satu dengan yang lainnya sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Demikian pula, untuk murid yang memiliki gaya belajar auditori maka guru dapat
memberikan materi menggunakan atau diiringi dengan musik.
Dengan ketiga dasar pemetaan tersebut, guru akan mampu
merancang pembelajaran berdiferensiasi dengan baik agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai, yaitu mampu mengakomodir segala perbedaan dari murid, apa yang
dibutuhkan oleh murid dalam belajar dan apa yang dapat dilakukan oleh murid
terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya serta bagaimana guru
dapat merespon seluruh kebutuhan belajar murid yang berbeda tersebut.
Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa guru harus melakukan kegiatan
yang berbeda dalam membuat perencanaan pembelajaran atau menyusun beberapa
perencanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. Namun, dalam melakukan
praktek pembelajaran berdiferensiasi tentunya harus dilakukan secara efektif
dan efisien, mempertimbangkan moda, usaha dan waktu yang digunakan.
Melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan efektif dan
efisien juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagai guru, tentu memiliki
peran yang sangat penting dalam menciptakan atmosfer lingkungan belajar yang
memungkinkan murid untuk berada dalam kondisi jauh dari rasa takut, berani dan
tampil percaya diri dalam mengungkapkan ide atau pendapat, senang dalam
berkolaborasi, berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyukai tantangan atau
hal-hal baru sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Dalam
hal ini, berbagai pendekatan dilakukan oleh guru terhadap konten, proses dan
produk dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk menumbuhkan motivasi murid agar
menjadi pembelajar sepanjang hayat. Demikian pula, umpan balik, evaluasi dan
refleksi secara kontinyu juga terus dilakukan agar guru pun menjadi pembelajar
sepanjang hayat. Jika pembelajaran berdiferensiasi ini dilakukan dengan efektif
dan efisien maka semua murid akan merasa aman dan nyaman dalam belajar serta
pemenuhan kebutuhan murid dapat terwujud, tidak akan ada murid yang merasa
diistimewakan atau sebaliknya. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi ini
juga akan memberikan kemudahan bagi guru dalam memetakan dan mengakomodir
seluruh kebutuhan murid untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan
dan perubahan zaman yang selalu berubah. Lingkungan belajar yang mendukung
pembelajaran berdiferensiasi dibangun dengan menciptakan learning community (komunitas
belajar) atau komunitas yang semua anggotanya adalah pembelajar ditandai
dengan Iklim belajar di kelas yang mencerminkan karakteristik pembelajaran
berdiferensiasi antara lain :
- Setiap orang dikelas saling menyambut dengan
baik,
- Saling menghargai,
- Terciptanya rasa aman,
- Ada harapan untuk pertumbuhan,
- Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan,
- Ada keadilan yang nyata,
- Guru dan siswa berkolaborasi untuk tumbuh dan sukses
bersama
Demikian yang bisa admin sampaikan
lewat tulisan ini semoga banyak bermanfaat.
Akhir kata “ tetap semangat demi
kemajuan Dunia pendidikan kita “
Wassalaamu’alaikum wrwb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar