Jurnal Refleksi Minggu ke-12
Assalaamu’alaikum Wrwb.
Puji Syukur Penulis Panjatkan kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan Nikmat sehat dan nikmat sempat sehingga kita semua bisa
bersilaturrahmi lewat dunia maya atau Blog sederhana ini. Sholawat serta salam
tak lupa penulis haturkan pada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa Islam
sebagai penentang kebodohan, dengan harapan pula nantinya merndapat
pertolongaan di hari kiamat nanti. Amiiiiin Yra. Sobat semua pada kesempatan
minggu ini penulis membuat jurnal minggu ke 12 yaitu masih pada 2.2.a.4.1. Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi
menjawab 5 studi kasus Pak Eling kemudian di diskusikan bersama
kelompok.
Model jurnal minggu ini Model 5: Connection, Challenge, Concept, Change (4C)
Model ini dikembangkan
oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011).
Connection
Minggu ini saya
mempelajari modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional, 2.2.a.4.1. Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi
Sebuah materi yang
terkoneksi dengan materi sebelumnya. Sebagai pendidik, saya menyadari bahwa tidaklah
cukup apabila murid hanya mengembangkan kemampuan kognitifnya saja. Murid juga
perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil penelitian
menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam
keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang. Sebagai pemimpin
pembelajaran yang memiliki visi mengembangkan pembelajaran yang berfokus pada
kebutuhan murid, maka sudah seyogyanya saya menuntun murid untuk memiliki
kamampuan dan keterampilan sosial emosional. Dengan tambahan masukan dari
rekan CGP diruang diskusi asinkron
Challenge
Dalam praktik keseharian
saya sebagai pendidik, penguatan pendidikan karakter masih belum optimal saya
lakukan. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman saya tentang
konsep pendidikan karakter, terutama pengembangan aspek sosial-emosional murid.
Concept
Dari modul 2.2 ini saya
memahami bahwa Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh
adalah upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang
mendorong bertumbuhnya budi pekerti. Lewat Pembelajaran Sosial dan
Emosional, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan,
merasakan, mengalami berbagai pengalaman belajar yang dapat
mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek
sosial dan emosional. Hal ini selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara,
dalam bukunya “Bagian Pertama : Pendidikan (2011) mengatakan bahwa pendidikan
merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan
batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan
kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya.
Change
Setelah saya membaca dan
memahami modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional dan berdiskusi bersama
teman CGP di dunia maya ada perubahan paradigma
pada diri saya. Apalagi setelah di modul ini disampaikan langkah-langkah
penerapan, dan diperkuat analisis kasus, sungguh materi yang luar biasa
bermanfaat bagi saya dalam rangka pengembangan diri. Tentu saja saya akan
berusaha mempraktekannya, sehingga konsep pembelajaran sosial dan emosional
tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi menjadi ilmu dan amal. Semoga Alloh
menjaga niat ini dan memudahkan, Aamiin.
Terimakasih
Salam dan Bahagia
Wassalaamu’alaikum wrwb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar