Minggu, 29 Mei 2022

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 

Assalaamu’alaikum wrwb

Perkenalkan  saya :

Slamet Widodo,S.Pd, bertugas di SD Negeri 1 Simo Calon Guru Penggerak angkatan 4 Kabupaten Boyolali. Lewat  tulisan ini saya  akan menyampaikan tugas pada modul 3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Berikut adalah tugas saya :

1.     Bagaimana saya nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal saya?

Sebagai seorang guru saya harus memotivasi untuk diri sendiri “ Belajar dan terus belajar serta berbagi “ sebagai bentuk pengembangan kompetensi  diri seorang guru dan harus saya ikuti. Saya merasakan kebutuhan yang begitu besar terhadap materi -- materi yang menjadi muatan kurikulum program guru penggerak ini. Artinya materi -- materi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya sebagai seorang pendidik. Kalau saya tarik ke belakang pada modul 1.1 tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara yaitu “ TRILOGI YANG KETIGA “ adalah Tut Wuri Handayani, disini guru mempunyai makna bahwa guru sebaiknya memberi dorongan yang nantinya bisa menciptakan motivasi siswa, menuntun mereka dalam membuat keputusan dan menguatkannya. Guru selalu berupaya untuk memberi nasehat dari sudut pandang yang berbeda  sehingga siswa terbuka wawasan dan pemikirannya. Untuk  mendukung hal ini, guru harus terus meningkatkan kemampuan komunikasinya, maka tidak heran bahwa untuk menjadi seorang guru itu berarti kita akan belajar sepanjang hayat agar bisa menyesuaikan kodrat alam dan kodrat zaman. Tentunya filosofi ini akan saya tanamkan mulai dari diri sendiri. Setelah kelihatan hasilnya saya akan menularkan pengaruh positif kepada rekan -- rekan sejawat yang memiliki jiwa reflektif. Dan pada akhirnya semua akan mengerti dan paham tentang filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.

Memahami filosofi dan mengerti nilai dan peran sebagai guru penggerak, bekal selanjutnya harus memiliki kesadaran penuh untuk bergerak dan sekaligus mampu mengontrol sosial dan emosi, dan mampu membantu penyelesaian masalah baik itu dari murid ataupun dari rekan sejawat, sehingga semua pihak ikut bergerak bersama dengan senang hati. Dengan seperti itu, hal - hal positif pasti akan terlahirkan sesuai dengan harapan bersama. Seorang  guru harus mampu dalam menentukan jenis masalah yang dihadapi. Apakah itu sebuah Dilema Etika atau Bujukan Moral. 

Guru juga harus berbagi  ilmu, karena dengan berbagi, ilmu  kita akan lebih bermanfaat ( ibarat tanaman adalah dapat berbuah ). Adapun cara yang saya lakukan adalah :

a.    Sosialisasi materi CGP melalui komunitas praktisi

b.    Sosialisasi materi cgp melalui blog sederhana guru harus mengadakan perubahan (swidodosimoboy.blogspot.com)

c.    Sosialisasi melalui youtube chanel

 

2.    Langkah  awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran.

Sebagai seorang pemimpin tentunya dalam pembelajaran ini di sekolah dalam rangka mewujudkan merdeka belajar dengan pembelajaran yang berpihak pada murid. Tentunya sewaktu waktu saya akan dihadapkan pada situasi  permasalahan dilema etika ataupun bujukan moral untuk mengambil sebuah keputusan yang menguntungkan semua pihak.

Maka langkah awal yang saya lakukan adalah

-             Memastikan dalam mengambil keputusan sudah sesuai / sejalan  dengan visi misi yang sudah di sepakati bersama

-             Melakukan analisa terhadap situasi atau kasus yang saya hadapi sesuai dengan paradigma pengambilan keputusan.

-             Memilih salah satu atau ketiganya dari tiga prinsip pengambilan keputusan yang ada.

-             Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan .

Mulai kapan saya akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Saya Catat rencananya,  sehingga saya tidak lupa.

Langkah – langkah pengambilan keputusan ini akan saya terapkan ketika saya dihadapkan pada situasi dilema etika yang memerlukan pengambilan keputusan terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak. Jika hari ini saya mengalami dilema etika saya akan menerapkan langkah – langkah tersebut, jika esok dihadapkan pada dilema etika esok juga akan saya terapkan , dan seterusnya. Saya akan  mempraktikkan dalam setiap masalah -- masalah yang saya hadapi baik di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari -- hari. Harapan saya tentunya, ketika dihadapkan pada situasi dilema etika saya dapat melakukan pengambilan keputusan dengan memperhatikan 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan .

3.    Yang  akan menjadi pendamping saya, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran,  Seseorang yang akan menjadi teman diskusi saya untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif.

Dalam hal ini saya akan melibatkan beberapa pihak;

-          Kepala sekolah sebagai managerial sekolah

-          Rekan sejawat

-          Orang tua siswa / wali siswa

-          Bisa jadi nanti pengawas sekolah

Dalam mengukur kefektifan pengambilan keputusan tentunya melihat refleksi saya dalam melakukan pengambilan keputusan serhingga saya bisa merasa bahwa keputusan yang saya ambil tidak ada pihak yang dirugikan. Karena pengambilan keputusan yang tepat mencari solusi terbaik untuk mendapatkan keputusan yang benar & benar.

Demikian yang dapat saya sampaikan , bila ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf yang sebesar – besarnya.

Akhir kata billahii taufik wal hidayah wal magfiraah.

Wassalaamu ‘alaikum wrwb.

Guru Bergerak , Pendidikan maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar