Assalaamu’alaikum wrwb
Perkenalkan saya :
Slamet
Widodo,S.Pd, bertugas di SD Negeri 1 Simo Calon Guru Penggerak angkatan 4
Kabupaten Boyolali. Lewat tulisan ini
saya akan menyampaikan tugas pada modul 3.1.a.7. Demontrasi
Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Berikut adalah
tugas saya :
1. Bagaimana saya nanti akan mentransfer dan menerapkan
pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di
sekolah/lingkungan asal saya?
Sebagai seorang guru saya harus
memotivasi untuk diri sendiri “ Belajar dan terus belajar serta berbagi “
sebagai bentuk pengembangan kompetensi
diri seorang guru dan harus saya ikuti. Saya merasakan kebutuhan yang begitu besar terhadap
materi -- materi yang menjadi muatan kurikulum program guru penggerak ini.
Artinya materi -- materi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya sebagai
seorang pendidik. Kalau saya tarik ke belakang pada modul 1.1 tentang filosofi Ki
Hadjar Dewantara yaitu “ TRILOGI YANG KETIGA “ adalah Tut Wuri Handayani,
disini guru mempunyai makna bahwa guru sebaiknya memberi dorongan yang nantinya
bisa menciptakan motivasi siswa, menuntun mereka dalam membuat keputusan dan
menguatkannya. Guru selalu berupaya untuk memberi nasehat dari sudut pandang
yang berbeda sehingga siswa terbuka
wawasan dan pemikirannya. Untuk mendukung hal ini, guru harus terus
meningkatkan kemampuan komunikasinya, maka tidak heran bahwa untuk menjadi
seorang guru itu berarti kita akan belajar sepanjang hayat agar bisa
menyesuaikan kodrat alam dan kodrat zaman. Tentunya filosofi ini akan saya tanamkan mulai dari diri
sendiri. Setelah kelihatan hasilnya saya akan menularkan pengaruh positif
kepada rekan -- rekan sejawat yang memiliki jiwa reflektif. Dan pada akhirnya
semua akan mengerti dan paham tentang filosofi pendidikan dari Ki Hajar
Dewantara.
Memahami filosofi dan mengerti nilai
dan peran sebagai guru penggerak, bekal selanjutnya harus memiliki kesadaran
penuh untuk bergerak dan sekaligus mampu mengontrol sosial dan emosi, dan mampu
membantu penyelesaian masalah baik itu dari murid ataupun dari rekan sejawat,
sehingga semua pihak ikut bergerak bersama dengan senang hati. Dengan seperti
itu, hal - hal positif pasti akan terlahirkan sesuai dengan harapan bersama.
Seorang guru harus mampu dalam menentukan jenis masalah yang
dihadapi. Apakah itu sebuah Dilema Etika atau Bujukan Moral.
Guru juga harus berbagi ilmu, karena dengan berbagi, ilmu kita akan lebih bermanfaat ( ibarat tanaman
adalah dapat berbuah ). Adapun cara yang saya lakukan adalah :
a. Sosialisasi
materi CGP melalui komunitas praktisi
b. Sosialisasi
materi cgp melalui blog sederhana guru harus mengadakan perubahan
(swidodosimoboy.blogspot.com)
c. Sosialisasi
melalui youtube chanel
2. Langkah
awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan
pemimpin pembelajaran.
Sebagai seorang pemimpin tentunya
dalam pembelajaran ini di sekolah dalam rangka mewujudkan merdeka belajar
dengan pembelajaran yang berpihak pada murid. Tentunya sewaktu waktu saya akan
dihadapkan pada situasi permasalahan
dilema etika ataupun bujukan moral untuk mengambil sebuah keputusan yang
menguntungkan semua pihak.
Maka langkah awal yang saya lakukan adalah
-
Memastikan dalam mengambil keputusan sudah sesuai /
sejalan dengan visi misi yang sudah di
sepakati bersama
-
Melakukan analisa terhadap situasi atau kasus yang saya
hadapi sesuai dengan paradigma pengambilan keputusan.
-
Memilih salah satu atau ketiganya dari tiga prinsip
pengambilan keputusan yang ada.
-
Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan .
Mulai kapan saya akan menerapkan langkah-langkah
tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Saya Catat rencananya, sehingga saya tidak lupa.
Langkah – langkah pengambilan keputusan ini akan saya terapkan ketika saya
dihadapkan pada situasi dilema etika yang memerlukan pengambilan keputusan
terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak. Jika hari ini saya mengalami dilema etika saya akan
menerapkan langkah – langkah tersebut, jika esok dihadapkan pada dilema etika
esok juga akan saya terapkan , dan seterusnya. Saya akan mempraktikkan dalam setiap masalah -- masalah
yang saya hadapi baik di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari --
hari. Harapan saya tentunya, ketika dihadapkan pada situasi dilema etika saya
dapat melakukan pengambilan keputusan dengan memperhatikan 4 paradigma
pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan .
3. Yang akan menjadi
pendamping saya, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran, Seseorang yang akan menjadi teman diskusi saya
untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif.
Dalam
hal ini saya akan melibatkan beberapa pihak;
-
Kepala sekolah sebagai managerial sekolah
-
Rekan sejawat
-
Orang tua siswa / wali siswa
-
Bisa jadi nanti pengawas sekolah
Dalam mengukur
kefektifan pengambilan keputusan tentunya melihat refleksi saya dalam melakukan
pengambilan keputusan serhingga saya bisa merasa bahwa keputusan yang saya
ambil tidak ada pihak yang dirugikan. Karena pengambilan keputusan yang tepat
mencari solusi terbaik untuk mendapatkan keputusan yang benar & benar.
Demikian yang dapat
saya sampaikan , bila ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf yang sebesar
– besarnya.
Akhir kata
billahii taufik wal hidayah wal magfiraah.
Wassalaamu
‘alaikum wrwb.
Guru Bergerak ,
Pendidikan maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar