Rabu, 30 November 2022

KI AGENG SINGOPRONO OLEH ( SLAMET WIDODO,S.Pd)

 Assalaamu'alaikum wrwb. salam sejahtera untuk kita semua 

kali ini saya akan mempublikasikan Sejarah ringkas yang berjudul 


bisa dilihat disini : lebih lengkapnya  sejarah ringkas KI AGENG SINGOPRONO
https://docs.google.com/document/d/1ThuFfCoCqQF_U1oUEwWn2B3KVb8fCkle/edit?usp=sharing&ouid=102198148668685588027&rtpof=true&sd=true

SEKIAN TERIMA KASIH

Senin, 11 Juli 2022

3.3.a.10 Aksi Nyata

 Oleh : Slamet Widodo,S.Pd

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

“GLS ( Gerakan Literasi Sekolah )”

Di SD Negeri 1 Simo Kab.Boyolali

A.   PERISTIWA ( FACT )

1.    LATAR BELAKANG

Dalam filosofinya : Ki Hajar Dewantara mengemukakan bahwa anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya. Ibarat murid adalah benih tanaman dan guru ibarat petani. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu, sehingga guru harus mampu melihat bakat, minat, kreatifitas anak dan apa yang dibutuhkan anak di dalam pembelajaran sehingga guru bisa mengemas pembelajaran di kelas atau di luar kelas dengan berpusat dan berdampak pada anak murid.

keterampilan abad 21 yang berfokus kepada student center, merupakan  Salah satu program  sekolah yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan murid dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar zaman sekarang yaitu yang sejalan dengan keterampilan ini adalah program literasi. Atau yang saya sebut Gerakan Literasi Sekolah ( GLS ).

Pembiasaan literasi kepada murid maka akan memiliki dampak yang luar biasa untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan murid dalam berfikir kritis, berkebhinekaan global, mandiri serta kreatif dalam berkarya.

2.    ALASAN MELAKUKAN AKSI NYATA

Minat baca murid sangat rendah dan membawa dampak pada pembelajaran. Salah satu faktor karena kecanggihan teknologi. Mereka lebih cenderung main gadget, permainan membuat budaya baca  semakin menurun. Sekolah sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan bukan hanya dari pengetahuan umum, diharapkan juga untuk pengetahuan keagamaan, atau pengetahuan yang lainnya,. Selain itu, siswa cenderung bertanya sebelum membaca, padahal hal yang ditanyakan sudah diberikan informasi secara lengkap. Minat siswa dalam hal membaca perlu ditingkatkan. Karena literasi merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki siswa pada abad 21 dan natinya akan diujikan dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) atau ANBK. oleh karena itu sekolah ingin meningkatkan budaya literasi di sekolah, melalui Program GLS

3.    TUJUAN

Adapun tujuan dari program literasi antara lain:

  • mewujudkan prestasi terutama mewujudkan dalam bidang IMTAK dengan memanfaatkan IPTEK.
  • menciptakan budaya membaca di sekolah.
  • meningkatkan pengetahuan dan wawasan dengan membaca berbagai macam informasi yang bermanfaat.
  • meningkatkan kepahaman seseorang terhadap suatu bacaan.
  • membuat seseorang bisa berfikir kritis dan kreatif dalam berkarya.

4.    DESKRIPSI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Aksi nyata yang dilakukan adalah “Meningkatkan minat, wawasan, dan mengubah pola pikir murid melalui program literasi” sebagai bentuk implementasi aksi nyata modul 3.3 Pengelolaan Program yang berdampak pada murid. Salah satu pendekatan berbasis kekuatan yaitu Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA supaya dapat menemukan data yang valid. Adapun langkah-langkah atau tahapan BAGJA atau 5D sebagai berikut:

Tahapan BAGJA

B-uat Pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan

Bagaimana meningkatkan minat baca, wawasan dan mengubah pola pikir peserta didik?

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/ kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (budaya literasi di sekolah). Sekolah sudah menyediakan buku-buku berbagai macam di perpustakaan untuk keperluan belajar dan menumbuh kembangkan budaya literasi

G-ali Mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

Perubahan apa saja yang diharapkan setelah peserta didik mengembangkan budaya literasi

Hal-hal apa saja yang mendukung program tersebut untuk tetap berjalan?

Peserta didik yang berwawasan luas, cerdas dan berkarakter, mengisi waktunya dengan membaca.

Semua komponen sekolah mendukung dan memfasilitasi tumbuh kembangnya budaya literasi

J-abarkan Rencana

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

Perubahan apa saja yang diharapkan setelah peserta didik mengembangkan budaya literasi?

Hal-hal apa saja yang mendukung program tersebut untuk tetap berjalan?

Peserta didik membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai.

Siswa menceritakan kembali kepada teman sebangku apa yang dibacanya.

Guru mengawasi dan membimbing murid dalam melakukan kegiatan literasi.

Guru mengubah teknik literasi bila masih ada murid yang belum memahami apa yang dibacanya

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:

Siapa penanggung jawab pelaksanaan program?

Siapa yang melaksanakan program ini?

Kapan program ini dilaksanakan?

Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi),

Kepala Sekolah:  sebagai penanggung jawab program

Pengarah kegiatan : Guru kelas dibantu guru mupel

Ketua pelaksana : Guru kelas   

Pelaksana: seluruh warga sekolah SDN 1 Simo

Direncanakan mulai bulan Pertengahan Bulan Juni sampai pertengahan Bulan Juli 2022

Laporan:  kegiatan murid dilengkapi dengan foto kegiatan.

Pelaporan kepada penanggung jawab secara rutin sebagai alat kontrol terhadap keberhasilan program  dan sebulan sekali dilakukan evaluasi yang berkelanjutan.

HASIL DARI AKSI NYATA

Gambaran Umum Program

Program Literasi adalah bentuk program dalam mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila

( berfikir kritis, mandiri, kreatif, dan gotong royong) yang sejalan dengan visi sekolah yaitu Luhur dalam Budi Pekerti, Unggul dalam Prestasi, Peduli Lingkungan serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Waktu Pelaksanaan Program

Sebelum kegiatan belajar mengajar antara jam 07.00 – 07.15 WIB

Strategi Pelaksanaan Program

Program ini dijalankan bukan hanya oleh murid tetapi semua warga sekolah dengan peran guru sebagai posisi kontrol dalam pelaksanaan program.

Faktor Pendukung dan Penghambat Program

Faktor Pendukung pelaksanaan program adalah kolaborasi dengan semua warga sekolah dalam mendukung keterlaksanaan program sesuai dengan tujuan.

Faktor Penghambat program berupa kesadaran diri dan tanggung jawab masih kurang.

Semua pihak sekolah berkolaborasi dengan baik dengan menjalankan peran masing-masing dalam program literasi demi tercapainya tujuan program.

B.  PERASAAN ( FEELINGS )

Perasaan saya saat menjalankan aksi nyata adalah senang karena saya mengaktifkan kembali kegiatan literasi di sekolah yang telah lama vakum. Begitu juga dengan minat, wawasan dan pola pikir murid sudah mulai berkembang. Tetapi perasaan lain yang sering muncul adalah kekhawatiran akan berbagai reseko yang akan dialami ke depannya karena kondisi pandemi saat ini sehingga hal tersebut akan mengganggu progres tujuan dari program tersebut.

C.  PEMBELAJARAN ( FINDINGS )

Pembelajaran yang diperoleh dari aksi nyata adalah murid memerlukan dukungan untuk meningkatkan minat, wawasan dan perubahan pola pikir mereka karena kondisi saat ini merupakan dampak negatif dari gadget sehingga minat baca mereka rendah.

Begitupun dengan dukungan sekolah dan peran guru serta orang tua sangat penting sekali untuk menumbuhkan motivasi instrinsik literasi pada murid.

D  PENERAPAN KE DEPAN ( FUTURE )

Program Literasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bukan hanya pada lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar sehingga budaya literasi sekolah bisa terwujud dan mampu melahirkan generasi yang  memiliki keterampilan abad 21.

REFLEKSI DAN EVALUASI

REFLEKSI

  • Diperlukan komunikasi dengan orang tua siswa terkait program Literasi
  • Berkolaborasi dengan orang tua siswa untuk memantau anak-anak dalam membiasakan kegiatan Literasi di rumah.
  • Melakukan coaching pada siswa yang kurang minat membaca

EVALUASI.

  • Melakukan coaching kepada siswa yang kurang minat baca atau literasinya dikategorikan rendah karena bermain gadget.
  • Mendampingi murid dalam menjalankan posisi kontrol guru supaya program ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal.
  • Mengarahkan orang tua murid memantau anak-anaknya dalam membiasakan berliterasi.


                               Foto Penyampaian Program Aksi Nyata Gerakan Literasi Sekolah ke KS 

  

      
 
 Foto Kolaborasi  Aksi Nyata Gerakan Literasi Sekolah bersama Petugas 
Perpustakaan " Pelita Ilmu"


   

Foto Kolaborasi  Aksi Nyata Gerakan Literasi Sekolah bersama Petugas 
Perpustakaan " Pelita Ilmu"


 
                                             
         Foto Pelayanan Petugas Perpustakaan terhadap Siswa pada Kegiatan Literasi Sekolah 

  
                                         
Foto kegiatan siswa di Perpustakaan  pada Kegiatan Literasi Sekolah 


    

Foto pendampingan terhadap Siswa pada Kegiatan Literasi Sekolah 





 Foto Kegiatan Evaluasi oleh Petugas Perpustakaan 


 


Jumat, 10 Juni 2022

Jurnal Refleksi Minggu Ke-23


OLEH: SLAMET WIDODO,S.Pd

SD NEGERI 1 SIMO

Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Boyolali 

Puji syukur kehadirat Allah Swt, karena pada kesempatan ini kita masih dapat mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan sudah berada pada minggu ke-23. Tak terasa ternyata setelah dijalani pendidikan guru penggerak itu sangat menyenangkan. Di minggu ke-23 saya akan mencoba merefleksi aktivitas pembelajaran yang telah dilalui. Adapun aktivitas pembelajaran di minggu ke-23 meliputi:

3.3.a.5. Ruang Kolaborasi Presentasi- Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

3.3.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

3.3.a.7.    Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Jurnal refleksi di minggu ini penulis akan merefleksi menggunakan Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C). Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Berikut adalah deskripsi jurnal refleksi minggu 23 menerapkan model 4C:

1. Connection

Modul 3.3. pengelolaan program yang berdampak pada murid. Sebagai  guru penggerak berperan menggerakkan guru lain untuk membuat komunitas belajar yang akan saling bahu membahu menyusun dan merancang sebuah program yang berdampak pada murid. Program yang disusun dalam komunitas belajar adalah program yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap murid seperti dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada diri murid. guru penggerak bersama guru lain dan pemangku kebijakan duduk bersama membuka ruang diskusi dan berkolaborasi merancang ekosistem pendidikan yang memberikan ruang pada murid untuk bisa mengembangkan dirinya secara maksimal dalam kegiatan yang telah dirancang dalam program yang berdampak pada murid.  Program yang disusun bersama dalam komunitas perubahan yang menjadikan anak memiliki kenyamanan, ketenangan dan dan kebahagian dalam melakukan setiap kegiatan yang terakomodir dalam program tersebut.


2. Challenge

Selama ini dalam menjalankan sebuah program sebenarnya sekolah sudah mengetahui adanya tahapan dalam pelaksanaan program yaitu Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi, Pembelajaran, Laporan) hanya saja dalam pelaksanaan di lapangan kebiasaannya tidak secara sempurna dilaksanakan. Faktanya hanya menjalankan tahap monitoring dan evaluasi. Padahal learning dan reporting merupakan tahapan yang penting yang tidak boleh dilewatkan.

Dalam learning digunakan untuk berpikir dan merefleksikan situasi dan dapat membantu menyusun refleksi tertulis. Dalam learning juga membahas aspek utama dari apa yang perlu dipertimbangkan ketika meninjau suatu pengalaman. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari refleksi perlu ditinjau kembali pemikiran yang dimiliki.

Dalam laporan digunakan sebagai media untuk menginformasikan atau memberikan masukan untuk setiap pengambilan keputusan yang diambil. Maka sangat penting membuat sebuah laporan yang dapat dipertanggung jawabankan. Laporan yang tidak menimbulkan kecurigaan khalayak umum. Laporan yang menjadikan setiap warga sekolah bertanggung jawab terhadap program tersebut.

Selain itu yang sering tidak dilakukan adalah memenejemen resiko secara matang.  Salah satu hal yang harus dilakukan dalam merencanakan program. Menejemen resiko ini merupakan sebuah langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang kemungkinan besar dapat terjadi, termasuk juga dalam merencanakan dan melaksanakan program pendidikan. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan wajib melakukan rangkaian analisis dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan mengevaluasi risiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan program sekolah.

 

3. Concept

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari mengenai tahapan pengelolaan program. Merancang pengelolaan program dengan melibatkan orang tua dan komunitas.

Tahapan BAGJA

B-uat Pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (kepemimpinan siswa (murid) di sekolah)

G-ali Mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

Kepemimpinan seperti apa yang dibayangkan ada dalam diri siswa (murid)

Perilaku apa saja yang ada pada siswa (murid) dengan kepemimpinan yang baik

Perilaku guru seperti apa yang mendorong kepemimpinan siswa

Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong kepemimpinan siswa

Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong kepemimpinan siswa

Hal apa saja yang perlu dimiliki untuk meningkatkan kepemimpinan siswa

J-abarkan Rencana

Membuat cara/strategi mencapai mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan:

Rencana/strategi apa yang perlu dilakukan (siapa melakukan apa)?

Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut (bisa melihat format kerangka Monev)

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:

Siapa koordinator/penanggung jawab pelaksanaan program

Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program

Siapa yang bertugas membuat laporan program

Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program

 

Kerangka Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran

Pertanyaan Kunci

Pertanyaan Kunci Evaluasi Program (Diisi dengan pertanyaan utama yang menjadi tujuan evaluasi)

Fokus Monitoring

Monitoring Diisi dengan pilihan aktivitas-aktivitas atau tujuan antara program (outcomes) yang akan dipantau/dimonitor sepanjang pelaksanaan program, hal ini yang akan digunakan sebagai data untuk evaluasi program. Pertimbangan Pemilihan Diisi dengan alasan pemilihan aktivitas atau tujuan antara (outcomes) program. Pertanyaan Utama Monitoring Diisi dengan pertanyaan untuk menggali fokus monitoring yang berpengaruh pada tujuan program

Metode Penggalian Data

Data Pertanyaan Monitoring Diisi dengan pertanyaan Utama Monitoring

Sumber Informasi Diisi dengan pihak/aktor yang berkaitan dengan pertanyaan monitorin

Metode diisi dengan metode untuk penggalian data kepada sumber informasi Contoh: kajian evaluasi, observasi, wawancara, kuesioner/survey

Kapan/ Bagaimana Diisi dengan waktu penggalian informasi

Strategi Pengolahan Data

Pertanyaan Monitoring Diisi dengan pertanyaan monitoring dan pertanyaan tambahan tentang tim pengelola program

Data yang terkumpul Diisi dengan data dan informasi yang menjawab pertanyaan monitoring tersebut, dari berbagai metode

Kesimpulan Diisi kesimpulan yang dapat ditarik untuk menjawab pertanyaan monitoring dari data dan informasi yang ada pada kolom kedua

Catatan Khusus, Pengecualian, dll, bila ada catatan khusus yang memberikan nuansa atas kesimpulan yang ditarik, catat di kolom

Pembelajaran Program

Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program Diisi dengan hal-hal yang mendukung keberhasilan program

Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Diisi dengan hal-hal yang menghambat pencapaian program

Program Pembelajaran,

Diisi dengan hasil refleksi dan temuan-temuan signifikan selama pelaksanaan program

Pelaporan Program

Gambaran Umum Program:

Deskripsi Pelaksanaan Program:

Waktu Pelaksanaan

Strategi Pelaksanaan Program

Faktor Pendukung dan Penghambat Program

Hasil Pelaksanaan Program

Evaluasi Program

Pembelajaran Program

 4. Change

Memetakan asset yang dimiliki sekolah

Memanfaatkan asset tersebut untuk mendukung keterlaksanaan program sekolah yang berdampak pada murid

Menyusun program sekolah yang berdampak pada murid dengan berbasis aset

Manajemen risiko untuk meminimalisir datangnya kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan.


salam .

guru bergerak

pendidikan maju

Selasa, 07 Juni 2022

MODUL 3.3.A 6 Refleksi Terbimbing

Disusun Oleh : Slamet Widodo,S.Pd

SD Negeri 1 Simo CGP angkatan 4 Kab. Boyolali

Assalamualaikum wrwb.

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita baik Nikmat sehat maupun Nikmat sempat, serta sholawat dan salam tak lupa kita haturkan pada Nabi Agung Muhammad SAW yang semoga nantinya kita semua diakui sebagai ummatnya. Amiin Ya Robal ‘Alamiin

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tugas di modul 3.3.a.6 Refleksi terbimbing  Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid, ada 5 pertanyaan yaitu :

1.  Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid ?

Hal yang menarik bagi saya setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah :

a.  Memahami sumber daya yang dimiliki oleh sekolah

b.   Memanfaatkan aset yang sekolah miliki.

c.   Mengetahui tahapan pengelolaan program secara efektif.

d.  Melaksanakan monitoring dan evaluasi sebagai bahan refleksi atas program yang sudah berjalan.

e.   Mengetahui program yang strategis.

f.    Memperoleh hasil dalam bentuk laporan sebuah program dengan strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning , Reporting)

g.   Melakukan identifikasi manajemen resiko.

 

2.  Apa yang mengejutkan  yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Yang mengejutkan dan yang saya temukan dalam proses pembelajaran tentang pegelolaan  program yang berdampak bagi murid adalah :

a.  Guru harus menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya kepada  siswa untuk memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan,

b.   Menjadikan siswa sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri,

c.   Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.

 

3.   Apa yang berubah  yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Yang akan saya lakukan setelaha memahami mmateri ini adalah :

a.  Menyusun program sederhana yang melibatkan murid.

b.   Melaksanakan tahapan BAGJA dalam penyusunan program.

c.   Menerapkan manajemen resiko

d.  Mengevaluasi program yang telah dijalankan

 

4.  Apa yang menantang bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?

Penyusunan program yang berdampak pada murid dengan menggunakan pendekatan BAGJA dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Dengan BAGJA Kita dapat mengidentifikasi dan menginventarisasi kekuatan yang ada untuk dimaksimalkan dengan cara menyusun program yang diawali dari perumusan tujuan , memetakan potensi yang mungkin bisa dioptimalkan dengan bercermin pada evaluasi hasil kegiatan.  Dan cara  mengantisipasi segala kemungkinan resiko yang akan terjadi, sehingga kita siap apabila rencana yang dijabarkan belum menemui hasil yang diharapkan dengan menyiapkan rencana alternatif untuk melakukan eksekusi kegiatan.

 

5.  Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.

Untuk mewujudkan lingkungan belajar yang dapat menumbuhkan program yang berdampak pada murid, sumber dukungannnya adalah :

a.  Internal sekolah :

1). Kepala Sekolah sebagai Manejemen sekolah

2). Guru Profesional

3). Siswa

4). Tendik

5). Sarana Prasarana sekolah

- Gedung sekolah

- Perpustakaan

- lab . Komputer

- Mushola

- Taman yang asri dll.

 

b.   Dukungan Eksternal

1)  Komunitas Wali siswa / Ortu

2) Komite Sekolah

3) Tokoh agama dan  masyarakat di lingkungan sekitar.

4)Pemdes

5) Bank

6) Pasar

7) Kantor Kecamatan

8) Sawah dll

 

Demikian tugas jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

Wassalaamu ‘alaikum wrwb.

 

Guru Bergerak

Pendidikan Maju